Kapan Takbiran Hari Raya Idul Adha 1445 H Boleh Dimulai?

Zona Malang – Pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Adha 1445 H akan jatuh pada tanggal 17 Juni 2024. Penetapan ini dilakukan setelah melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Penetapan ini juga menentukan kapan malam takbiran, sebuah tradisi penting dalam menyambut Hari Raya Idul Adha, akan dimulai.

Penentuan Tanggal Idul Adha

Berdasarkan hasil sidang isbat, ditetapkan bahwa tanggal 1 Zulhijah akan jatuh pada 7 Juni 2024. Oleh karena itu, perayaan Idul Adha akan berlangsung pada hari Senin, 17 Juni 2024. Malam takbiran, yang merupakan momen untuk menyambut Idul Adha dengan penuh suka cita, akan dilaksanakan pada malam sebelum Idul Adha, yaitu pada tanggal 16 Juni 2024.

Tradisi Malam Takbiran

Malam takbiran merupakan salah satu tradisi yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di Indonesia. Pada malam tersebut, biasanya diadakan berbagai kegiatan seperti pawai sambil melafalkan takbir dengan berkeliling kampung. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk syukur dan perayaan menyambut hari besar Islam.

Jenis-Jenis Takbir Idul Adha

Pada momen Idul Adha, terdapat dua jenis takbir yang bisa dilafalkan, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad.

  1. Takbir Mursal
  • Takbir mursal dapat mulai dilafalkan pada malam 10 Zulhijah hingga berakhirnya hari Tasyrik pada 13 Zulhijah. Ini berarti takbir mursal dapat dimulai pada malam Idul Adha, yaitu pada tanggal 16 Juni 2024, dan terus berlangsung hingga pelaksanaan salat Idul Adha pada tanggal 17 Juni 2024.
  • Takbir ini bisa dibaca kapan saja, baik di rumah, di masjid, maupun saat bekerja, memberikan fleksibilitas bagi umat Muslim untuk terus mengagungkan kebesaran Allah di mana pun mereka berada.
  1. Takbir Muqayyad
  • Takbir muqayyad mulai dibaca setelah salat Subuh di hari Arafah (9 Zulhijah) dan berakhir setelah salat Asar pada hari Tasyrik ketiga (13 Zulhijah). Dengan demikian, takbir muqayyad dapat mulai dilafalkan pada tanggal 15 Juni 2024 dan berlanjut hingga 20 Juni 2024.

Pelaksanaan Takbiran Idul Adha 2024

Berdasarkan penjelasan di atas, pelaksanaan takbiran Idul Adha 1445 Hijriah dapat berlangsung selama lima hari, dari tanggal 16 Juni hingga 20 Juni 2024 malam.

Kesimpulan

Malam takbiran Idul Adha 2024 akan dimulai pada malam 16 Juni 2024, sebagai bentuk persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 17 Juni 2024. Dengan adanya dua jenis takbir, yakni takbir mursal dan takbir muqayyad, umat Muslim memiliki kesempatan untuk melafalkan takbir dalam berbagai momen dan situasi, baik sebelum maupun setelah pelaksanaan salat Idul Adha. Tradisi ini tidak hanya memperkuat iman dan kebersamaan umat, tetapi juga menjadi wujud syukur atas nikmat dan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Bacaan Takbir Idul Adha

1. Bacaan Takbiran Idul Adha Versi Pendek

Arab:

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

Latin:

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd.

Artinya:

Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

2. Bacaan Takbiran Idul Adha Versi Panjang

Arab:

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Latin:

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa. Laailaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyrikuun. Laailaahaillallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah wa a’azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah. Laailaahaillallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahilhamd.

Artinya:

Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esa-anNya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah.