Selamat Jalan Sang Pendiri: KH Munsif Nachrowi Bungkuk Singosari, Sesepuh NU dan PMII Tutup Usia

KH Munsif Nachrowi Thohir Singosari Malang, salah satu tokoh senior NU dan pendiri PMII, telah berpulang ke rahmatullah dalam usia 87 tahun. Kepergian beliau meninggalkan…

Malang, Zona Malang – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada Kamis (14/11/2024). KH Munsif Nachrowi Thohir Singosari Malang, salah satu tokoh senior NU dan pendiri PMII, telah berpulang ke rahmatullah dalam usia 87 tahun. Kepergian beliau meninggalkan jejak perjuangan yang tak terlupakan bagi generasi muda Islam Indonesia.

Berita wafatnya KH Munsif Nachrowi menyebar dengan cepat melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi perpesanan. Pengurus Besar PMII melalui akun Instagram resminya mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian sang kiai. “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berduka cita mendalam atas wafatnya KH Munsif Nachrowi salah satu pendiri PMII,” tulis PB PMII dalam unggahannya.

KH Munsif Nachrowi bukan hanya dikenal sebagai salah satu pendiri PMII pada tahun 1960, tetapi juga memiliki peran penting dalam sejarah organisasi kepemudaan NU. Beliau pernah menjabat sebagai sekretaris umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di bawah kepemimpinan KH Tolchah Mansoer. Tak hanya itu, KH Munsif juga tercatat sebagai pendiri sekaligus Ketua Pimpinan Cabang IPNU Malang pada periode awal organisasi tersebut.

Darah perjuangan untuk NU mengalir deras dalam diri KH Munsif Nachrowi. Ayahanda beliau, KH Nachrowi Tohir, merupakan ulama kharismatik asal Bungkuk Singosari, Malang, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU keempat. KH Nachrowi Tohir juga tercatat sebagai salah satu A’wan pertama PBNU pada tahun 1926, menunjukkan dedikasi keluarga ini terhadap perkembangan NU sejak awal berdirinya.

Semasa hidupnya, KH Munsif Nachrowi dikenal sebagai sosok yang gemar bersilaturahmi, terutama dengan generasi muda NU. Meski usianya sudah senja, beliau selalu bersemangat untuk hadir dalam berbagai acara yang diselenggarakan oleh PMII, IPNU, dan organisasi-organisasi NU lainnya.

Joko Priyono, salah satu kader PMII Solo, membagikan kenangan manisnya bersama KH Munsif. “Ketika saya tanya soal seringnya beliau di kegiatan PMII, Kata Kiai Munsif: saya itu ndak harus yang ngundang itu dari pengurus PB ataupun PKC. Sekalipun itu undangan dari anak-anak Rayon, ketika diberi kesehatan saya akan berangkat,” ungkap Joko menirukan perkataan sang kiai.

Kepergian KH Munsif Nachrowi meninggalkan kesan mendalam bagi ribuan kader PMII dan warga NU di seluruh Indonesia. Sosoknya yang rendah hati dan selalu dekat dengan generasi muda menjadi teladan bagi para aktivis pergerakan Islam moderat di tanah air.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, PB PMII menganjurkan seluruh kadernya untuk melaksanakan shalat ghaib bagi almarhum KH Munsif Nachrowi. “Semoga amal ibadah, perjuangan dan peninggalan beliau dijadikan amalah jariyyah oleh Allah SWT dan kesalahannya diampuni oleh-Nya,” tulis PB PMII dalam pernyataannya.

Kepergian KH Munsif Nachrowi bukan hanya kehilangan besar bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh warga NU dan PMII. Beliau meninggalkan warisan perjuangan yang tak ternilai harganya, terutama dalam membangun fondasi organisasi kepemudaan Islam yang moderat dan berakar pada nilai-nilai keindonesiaan.

Berbagai tokoh NU dan PMII dari seluruh Indonesia mulai berdatangan ke kediaman almarhum di Malang untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka mengingat KH Munsif Nachrowi sebagai sosok yang selalu memberikan nasihat dan bimbingan, terutama dalam menjaga semangat perjuangan dan nilai-nilai NU di tengah arus perubahan zaman.

“KH Munsif Nachrowi adalah panutan kami dalam berorganisasi dan berdakwah. Beliau selalu mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui pemahaman Islam yang moderat,” ujar salah satu pengurus PMII yang hadir di rumah duka.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya KH Munsif Nachrowi. “Atas nama PBNU dan seluruh warga nahdliyin, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau dan menempatkannya di surga-Nya,” ucap Gus Yahya.

Rencananya, jenazah KH Munsif Nachrowi akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Singosari, Malang, pada Jumat (15/11/2024) setelah shalat Jumat. Ribuan pelayat diperkirakan akan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang ulama.

Kepergian KH Munsif Nachrowi meninggalkan tantangan bagi generasi muda NU dan PMII untuk melanjutkan perjuangan beliau. Semangat bersilaturahmi, dedikasi terhadap organisasi, dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai Islam moderat yang diwariskan oleh KH Munsif Nachrowi harus terus dijaga dan dikembangkan.

Selamat jalan, KH Munsif Nachrowi. Semoga warisan perjuangan dan keteladanan beliau terus menginspirasi generasi mendatang untuk membangun Indonesia yang lebih baik, berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.