Mahasiswa HI FISIP UB Kampanyekan Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Donasi Pakaian Bekas

Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UB luncurkan kampanye Thrift For Trees untuk atasi limbah tekstil fast fashion dengan donasi pakaian dan penanaman pohon.

Zonamalang.com – Kepedulian terhadap dampak industri fast fashion mendorong sejumlah mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya untuk menginisiasi kampanye lingkungan bernama “Lestari dari Lemari”. Inisiatif yang diusung komunitas Thrift For Trees ini merespons problematika penumpukan limbah tekstil yang turut memperparah krisis iklim melalui jejak karbon yang dihasilkan.

Kampanye yang digelar Minggu (17/5/2026) di Rest Area Petungsewu ini melibatkan empat mahasiswa yakni Arini Zahra Azqia, Khansa Salma Usmira, Daffa Ailla Ardika, dan Florencia Adella. Mereka mengajak warga untuk menyumbangkan busana yang masih pantas dikenakan sebagai wujud partisipasi dalam pelestarian lingkungan.

Daffa Ailla Ardika yang mewakili kelompok menyebutkan bahwa respons masyarakat cukup antusias. Sebanyak lebih dari 80 helai pakaian berhasil dihimpun selama kegiatan berlangsung.

“Seluruh pakaian yang terkumpul akan kami serahkan ke Yayasan Bina Mulia Malang untuk kemudian dibagikan kepada warga yang memerlukan,” ungkap Ailla.

Keunikan kampanye ini terletak pada penggabungan dua misi sekaligus: redistribusi pakaian layak pakai dan aksi reboisasi. Selain mengumpulkan donasi busana, tim juga menanam sejumlah bibit pohon di sekitar lokasi Tempat Pembuangan Sampah Rest Area Petungsewu.

Langkah penanaman pohon ini bertujuan ganda: mengurangi polusi udara sekaligus menetralisir bau tidak sedap dari area pembuangan sampah. Harapannya, lingkungan sekitar menjadi lebih asri dan nyaman bagi warga setempat.

Edukasi Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Sebelum pengumpulan donasi dimulai, tim Thrift For Trees memberikan pemaparan edukatif kepada masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup bahaya limbah industri fashion dan pentingnya menerapkan pola konsumsi berkelanjutan.

Masyarakat diajak memahami bahwa tindakan sederhana seperti menyumbangkan pakaian yang tidak terpakai dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian bumi. Pendekatan ini menekankan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga lingkungan.

Apresiasi dari Pemerintah Desa

Wiwik yang bertugas sebagai Humas Desa Petungsewu memberikan tanggapan positif terhadap inisiatif mahasiswa tersebut. Ia mengharapkan program serupa dapat dilaksanakan secara rutin di masa mendatang.

“Kami memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Harapan kami, program seperti ini berlanjut dan semakin menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya kebersihan serta penghijauan,” kata Wiwik.

Kontribusi Nyata Terhadap Isu Global

Arief Setiawan, S.IP., MPS., selaku dosen pembimbing menilai kegiatan ini sebagai implementasi konkret dari pemahaman mahasiswa terhadap persoalan global. Menurutnya, mahasiswa tidak sekadar mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga turun langsung memberikan solusi.

“Kegiatan semacam ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu menerjemahkan pemahaman teoritis menjadi aksi nyata. Ini adalah bentuk advokasi sosial terhadap isu lingkungan yang kini semakin mendesak untuk ditangani,” jelasnya.

Gerakan Kecil dengan Dampak Besar

Kampanye Lestari dari Lemari membuktikan bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Dari sehelai pakaian yang disumbangkan hingga sebatang pohon yang ditanam, setiap kontribusi kecil memiliki potensi menciptakan perubahan signifikan.

Inisiatif komunitas Thrift For Trees menjadi pengingat bahwa transformasi besar terhadap lingkungan dapat terwujud melalui aksi kolektif yang dimulai dari langkah-langkah kecil namun konsisten.