Zonamalang.com – Kota Malang resmi ditunjuk sebagai lokasi uji coba program FutureGen for Change (FGC), sebuah inisiatif yang menggabungkan teknologi dan inovasi untuk menyelesaikan berbagai tantangan strategis di wilayah perkotaan. Kesepakatan ini dihasilkan dari pertemuan antara jajaran Pemkot Malang, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), dan Pijar Foundation yang berlangsung di Balai Kota Malang pada Selasa, 26 Mei 2026.
Wahyu Hidayat selaku Wali Kota Malang mengapresiasi penunjukan kotanya sebagai pilot project FGC. Menurutnya, di tengah berbagai dinamika yang dihadapi daerah saat ini, diperlukan terobosan konkret untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Kami percaya bahwa perbaikan kondisi kota dapat terwujud melalui tiga pilar utama: kolaborasi lintas sektor, inovasi berkelanjutan, dan koordinasi yang solid,” terang Wahyu dalam pertemuan tersebut.
Program FGC dirancang untuk menyasar empat bidang krusial yang menjadi tantangan besar kota-kota di Indonesia. Keempat area tersebut meliputi sektor kesehatan publik, persoalan urbanisasi yang terus meningkat, adaptasi terhadap perubahan iklim dan mitigasi bencana, ketahanan sistem pangan, serta penanganan populasi lanjut usia yang terus bertambah.
Pendekatan penyelesaian masalah akan dilakukan melalui implementasi teknologi terkini, baik dalam bentuk aplikasi dan sistem digital (software) maupun infrastruktur dan perangkat fisik (hardware).
Modal Kota Kreatif UNESCO
Wali Kota yang kerap disapa Pak Mbois ini juga menekankan keunggulan kompetitif Malang sebagai Kota Kreatif Dunia yang diakui UNESCO. Status ini dinilai menjadi aset berharga dalam mendukung kesuksesan FGC.
“Sebagai satu-satunya kota di kawasan Asia Tenggara yang mendapat pengakuan UNESCO dalam kategori Media Arts, Malang memiliki ekosistem kreatif yang matang. Ini membuka peluang bagi startup lokal dan menjadi titik koordinasi UNESCO untuk berkolaborasi dalam program ini,” jelasnya.
APEKSI Dukung Penuh Implementasi
Alwis Rustam, Direktur Eksekutif APEKSI, memberikan tanggapan positif terhadap rencana implementasi FGC di Malang. Ia menekankan pentingnya keselarasan program dengan visi pembangunan kota yang telah ditetapkan.
“Kematangan Kota Malang terlihat jelas, termasuk pengakuan internasional terhadap talenta kreatif mudanya. Oleh karena itu, FGC harus mampu menyediakan sistem pendukung dan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan inovasi,” kata Alwis.
Cynthia Krisanti, Direktur Inovasi Pijar Foundation, menjelaskan bahwa FGC akan membuka pintu lebar bagi pelaku industri teknologi untuk berkontribusi. Program ini tidak hanya menargetkan solusi dari dalam negeri, tetapi juga membuka kesempatan bagi inovator dari negara-negara mitra.
“Kami mengundang startup dari berbagai negara untuk berpartisipasi. Kami juga sangat antusias melihat potensi startup lokal Malang yang siap terlibat dalam program ini,” ujar Cynthia.
Implementasi FutureGen for Change di Kota Malang juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Inggris serta berbagai institusi yang tergabung dalam jaringan Pijar Foundation. Kolaborasi internasional ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program-program terpilih yang akan dijalankan di Malang.
Dengan kombinasi antara status sebagai Kota Kreatif UNESCO, ekosistem startup yang berkembang, serta dukungan dari berbagai pihak, Kota Malang diharapkan dapat menjadi model sukses implementasi solusi teknologi untuk tantangan perkotaan yang dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia.







