Khofifah-Emil Kuasai Malang Raya, Raup Hampir Sejuta Suara di Pilkada Jatim 2024

Pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak kembali menunjukkan dominasinya dalam Pilkada Jawa Timur 2024. Setelah meraih kemenangan di Surabaya, duet nomor urut…

Malang, Zona Malang – Pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak kembali menunjukkan dominasinya dalam Pilkada Jawa Timur 2024. Setelah meraih kemenangan di Surabaya, duet nomor urut 2 ini kembali unggul di wilayah Malang Raya, yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara yang telah rampung digelar, Khofifah-Emil berhasil mengumpulkan total 991.603 suara sah dari warga Malang Raya. Angka ini mengungguli perolehan suara pasangan calon lainnya dengan selisih yang cukup signifikan.

“Hasil ini menunjukkan kepercayaan yang besar dari masyarakat Malang Raya terhadap kepemimpinan Khofifah-Emil selama periode sebelumnya,” ujar pengamat politik setempat, Dr. Adi Sutrisno, kepada Merdeka.com, Jumat (6/12).

Di Kabupaten Malang, pasangan Khofifah-Emil meraup 715.176 suara, jauh meninggalkan pesaing terdekatnya, Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta (Risma-Gus Hans) yang memperoleh 346.803 suara. Sementara itu, pasangan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim harus puas di posisi ketiga dengan 123.899 suara.

Komisioner KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, menyatakan, “Proses rekapitulasi berjalan lancar dan transparan. Semua pihak dapat menyaksikan proses penghitungan suara secara langsung.”

Pola serupa juga terlihat di Kota Malang, di mana Khofifah-Emil kembali unggul dengan 205.529 suara. Risma-Gus Hans menempati posisi kedua dengan 174.417 suara, diikuti Luluk-Lukman dengan 32.157 suara.

Tak ketinggalan, Kota Batu juga memberikan dukungan kuat kepada pasangan petahana. Khofifah-Emil berhasil mengumpulkan 70.898 suara, mengungguli Risma-Gus Hans (48.725 suara) dan Luluk-Lukman (9.947 suara).

“Kemenangan telak di Malang Raya ini semakin memperkuat posisi Khofifah-Emil dalam perolehan suara di tingkat provinsi,” tambah Dr. Adi Sutrisno.

Dukungan 15 partai politik yang mengusung Khofifah-Emil tampaknya menjadi salah satu faktor kunci kemenangan mereka di wilayah Malang Raya. Koalisi besar ini berhasil memobilisasi suara secara efektif di ketiga daerah tersebut.

Sementara itu, tim pemenangan Khofifah-Emil menyambut gembira hasil ini. Juru bicara tim, Anwar Sadad, menyatakan, “Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Malang Raya. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi Jawa Timur.”

Hasil rekapitulasi suara dari Malang Raya ini telah diserahkan ke KPU Provinsi Jawa Timur untuk diikutkan dalam pleno tingkat provinsi. Langkah selanjutnya adalah menunggu hasil rekapitulasi dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur untuk menentukan pemenang final Pilkada Jatim 2024.

Meski demikian, kemenangan Khofifah-Emil di Malang Raya ini dinilai cukup signifikan mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu basis pemilih terbesar di Jawa Timur. Hal ini tentunya memberikan angin segar bagi tim pemenangan pasangan petahana tersebut.

“Malang Raya memang menjadi salah satu barometer politik di Jawa Timur. Kemenangan di sini bisa menjadi indikator kuat untuk hasil akhir di tingkat provinsi,” ujar pengamat politik dari Universitas Brawijaya, Dr. Siti Aminah, kepada Merdeka.com.

Sementara itu, kubu Risma-Gus Hans yang menempati posisi kedua di ketiga wilayah Malang Raya tetap optimis dengan peluang mereka. Juru bicara tim pemenangan Risma-Gus Hans, Adi Sutarwijono, menyatakan, “Kami menghormati hasil di Malang Raya, namun masih banyak daerah lain yang belum direkap. Kami yakin masih punya peluang di daerah-daerah lainnya.”

Di sisi lain, pasangan Luluk-Lukman yang berada di posisi ketiga mengaku tetap bersyukur atas dukungan yang diberikan pemilih di Malang Raya. “Ini pengalaman berharga bagi kami. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung,” ucap Luluk Nur Hamidah.

Menariknya, tingkat partisipasi pemilih di Malang Raya tercatat cukup tinggi, mencapai sekitar 78% dari total daftar pemilih tetap (DPT). Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup besar dalam Pilkada kali ini.

“Tingginya partisipasi ini menunjukkan kesadaran politik masyarakat Malang Raya yang semakin meningkat. Ini tentu menjadi modal penting bagi demokrasi kita,” tambah Dr. Siti Aminah.

Sementara proses rekapitulasi terus berlanjut di daerah-daerah lain, semua mata kini tertuju pada hasil akhir di tingkat provinsi yang diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Kemenangan telak Khofifah-Emil di Malang Raya tentunya akan menjadi modal berharga bagi mereka dalam persaingan memperebutkan kursi orang nomor satu di Jawa Timur untuk periode 2024-2029.