Jakarta, 11 Januari 2024 – Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghasilkan keputusan penting terkait kepemimpinan PWNU Jawa Timur. Gus Kikin, atau KH Abdul Hakim Mahfudz, cucu Pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, resmi ditetapkan sebagai Pj Ketua PWNU Jatim menggantikan KH Marzuki Mustamar.
Keputusan ini diumumkan oleh Sekjen PBNU, Gus Saifullah Yusuf (Gus Ipul), pada Rabu (10/1/2024). “Alhamdulillah rapat gabungan siang tadi bulat menetapkan Gus Kikin menjadi Pj Ketua PWNU Jatim menggantikan KH Marzuki Mustamar,” ujarnya.
Gus Kikin akan menjabat hingga diselenggarakannya Musyawarah Wilayah NU Jawa Timur, yang direncanakan pada Maret 2024 mendatang. Meskipun masa jabatan KH Marzuki Mustamar telah berakhir pada September 2023, ia mendapatkan SK perpanjangan sementara.
Rapat gabungan yang dipimpin oleh Rais Aam KH Miftachul Ahyar dan dihadiri oleh Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf serta jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah menegaskan pemberhentian KH Marzuki dan pengangkatan Gus Kikin.
Gus Ipul menegaskan bahwa pemberhentian KH Marzuki merupakan masalah internal dan telah memenuhi syarat untuk pemberhentian. “Jangan paksa kami membuka alasannya ke publik,” katanya. Usulan pemberhentian KH Marzuki juga datang dari Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur yang ditandatangani langsung oleh KH Anwar Mansyur.
Gus Kikin, yang saat ini juga menjabat sebagai salah satu Ketua PBNU, dipilih dengan beberapa alasan. Pengalaman dan kepemimpinannya di pesantren Tebuireng, serta sebagai cucu Hadratussyaikh, menjadi pertimbangan utama. “Beliau saat ini juga pengasuh pesantren Tebuireng dan juga cucu Hadratussyaikh, Insyaallah akan mampu menjalankan kepemimpinan organisasi dalam masa transisi ini,” tambah Gus Ipul.
Rapat gabungan ini dilaksanakan di Kantor PBNU Jakarta dengan beberapa agenda. Dimulai pada pukul 14.00 dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.***







