Kabupaten Malang Jadi Percontohan Proyek InCircular, 1.111 Ton Sampah per Hari Jadi Fokus Pengelolaan

Kabupaten Malang resmi ditunjuk sebagai lokasi percontohan Proyek InCircular di Jawa Timur. Program ini menargetkan pengelolaan 1.111 ton sampah per hari dengan konsep ekonomi sirkular,…

Zonamalang.com – Kabupaten Malang mencatat sejarah baru di bidang lingkungan hidup. Pada Selasa (15/9/2026), daerah ini resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima kabupaten/kota di Jawa Timur yang menjadi percontohan Proyek InCircular, sebuah inisiatif pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.

Peluncuran berlangsung di Hotel DoubleTree by Hilton, Surabaya, dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib, serta sejumlah pejabat dari Kementerian PPN/Bappenas, GIZ GmbH, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Proyek ini mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Jerman melalui Kementerian Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ).

Fokus Proyek

  • Material utama: sampah kemasan dan residu.
  • Tujuan: mendukung Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045.
  • Strategi: penguatan regulasi, kapasitas tata kelola, serta perbaikan sistem pengelolaan sampah lokal.

Data Sampah Kabupaten Malang

Menurut catatan Pemkab Malang, masyarakat menghasilkan sekitar 1.111 ton sampah per hari. Dari jumlah itu, 15,3% berupa plastik, setara dengan 170 ton per hari. Angka ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan sistem daur ulang yang bernilai ekonomi.

Pernyataan Wakil Bupati

“Pemerintah Kabupaten Malang terus mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan rumah tangga, edukasi masyarakat, penguatan bank sampah dan TPS3R, serta pengembangan fasilitas pengolahan,” ujar Lathifah Shohib. Ia menambahkan, kebijakan pembatasan plastik sekali pakai akan diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat dan pelaku usaha.

Harapan ke Depan

Dengan status sebagai daerah percontohan, Kabupaten Malang diharapkan menjadi laboratorium hidup penerapan ekonomi sirkular. Program ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi hijau, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.