MALANG, ZONAMALANG.COM – Pengelolaan stres menjadi salah satu perhatian mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dalam membantu warga menghadapi persoalan hipertensi di Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Melalui Kelompok 13 Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)/KKN Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), mahasiswa UB menggelar program Sehat dan Gembira Hadapi Hipertensi (SEHATI) bersama warga RW 04 Kelurahan Bakalankrajan.
Kegiatan tersebut melibatkan kader Posyandu Melati 4 Integrasi Layanan Primer (ILP) serta perangkat RW setempat. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan masyarakat dalam menjaga kesehatan sehari-hari.
Persoalan hipertensi menjadi alasan utama program SEHATI digelar. Berdasarkan data Posbindu setempat, dari 68 warga kelompok pra-lansia dan lansia yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 41 orang atau sekitar 60,3 persen teridentifikasi mengalami hipertensi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pengendalian tekanan darah tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan kesehatan. Kebiasaan sehari-hari, termasuk kemampuan seseorang dalam mengelola stres dan kecemasan, juga perlu mendapat perhatian.
Mahasiswa UB kemudian memberikan edukasi mengenai hubungan kondisi psikologis dengan tekanan darah. Warga juga diperkenalkan dengan sejumlah teknik relaksasi yang relatif sederhana sehingga dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Sebanyak 33 warga dan kader Posyandu Melati 4 mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah peserta bahkan melampaui target awal sebanyak 30 undangan.
Suasana kegiatan dibuat interaktif agar materi kesehatan lebih mudah diterima. Sebelum memasuki sesi utama, peserta diajak melakukan Brain Gym sebagai aktivitas pemanasan untuk membantu menyegarkan fokus dan perhatian.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Relaksasi Benson dan Relaksasi Otot Progresif. Kedua teknik tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari keterampilan manajemen stres dan kecemasan yang dapat dilakukan secara mandiri.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung. Warga tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga mengikuti setiap tahapan relaksasi yang dipandu mahasiswa dan panitia KKN.
“Saya jadi lebih rileks dan senang bisa ikut acara ini,” ujar salah satu peserta saat mengikuti sesi evaluasi.
Ketua RW 04 Kelurahan Bakalankrajan, Sumaji, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa UB tersebut. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan warga, terutama mereka yang memiliki riwayat hipertensi, membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat itu sendiri.
“Terima kasih kepada adik-adik KKN Universitas Brawijaya yang telah memberikan edukasi dan pelatihan kepada warga. Kami berharap warga dapat mandiri menerapkan manajemen stres di rumah,” kata Sumaji.
Menurut Sumaji, kemampuan masyarakat dalam mengelola stres menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam menjaga kesehatan. Karena itu, keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan SEHATI diharapkan tidak berhenti setelah program KKN selesai.
Kader Posyandu Disiapkan untuk Pendampingan
Mahasiswa UB juga menyiapkan langkah keberlanjutan agar pengetahuan yang diberikan kepada warga dapat terus diterapkan setelah kegiatan berakhir.
Tim KKN membagikan leaflet edukasi yang berisi panduan teknis kepada penderita hipertensi dan keluarga. Materi tersebut dapat digunakan sebagai acuan ketika warga ingin melakukan latihan relaksasi dan manajemen stres secara mandiri di rumah.
Selain itu, kader Posyandu Melati 4 diharapkan dapat ikut mendampingi warga dalam menerapkan teknik relaksasi secara berkala. Pendampingan tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan Posyandu rutin maupun pemeriksaan kesehatan warga.
Program SEHATI juga menjadi contoh kolaborasi antara mahasiswa, kader kesehatan dan masyarakat dalam merespons persoalan kesehatan yang ditemukan di tingkat lingkungan.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan berkualitas, serta penguatan kemitraan.
Melalui kombinasi edukasi, praktik relaksasi dan pendampingan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan warga dalam mengenali serta mengelola stres.
Upaya tersebut penting dilakukan sebagai bagian dari pola hidup sehat, terutama bagi masyarakat yang memiliki risiko atau riwayat tekanan darah tinggi. Dengan keterampilan yang dapat dipraktikkan di rumah, warga diharapkan semakin aktif menjaga kondisi fisik dan psikologisnya.
Keberlanjutan program melalui kader Posyandu menjadi bagian penting agar edukasi yang telah diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Pendampingan secara berkala diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan positif di tengah masyarakat RW 04 Kelurahan Bakalankrajan.
Dengan demikian, SEHATI tidak hanya menjadi kegiatan KKN, tetapi juga menjadi upaya mendorong masyarakat agar semakin mandiri dalam menjaga kesehatan dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.







