Respon JNE Pajajaran Malang Usai Diserbu Pelanggan: Ada Lonjakan Karena Promo Tanggal Kembar

Malang – Gudang JNE di Jalan Pajajaran, Kelurahan Klojen, Kota Malang menjadi pusat perhatian setelah puluhan pelanggan mendatangi lokasi tersebut pada Kamis (19/9/2024).

Para pelanggan yang frustrasi ramai-ramai mengeluhkan paket mereka yang tak kunjung tiba, bahkan melewati estimasi waktu pengiriman.

Kepala Cabang JNE Malang, Windhu Abiworo, angkat bicara terkait insiden ini. “Kami memohon maaf atas adanya kejadian ini, khususnya kepada pelanggan. Saat ini sedang ada peningkatan kiriman di area JNE Malang,” seperti yang dilansir dari detikJatim, Jumat (20/9/2024).

Windhu mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan jasa pengiriman JNE mencapai 30% sejak 9 September 2024. Peningkatan signifikan ini disebabkan oleh promo tanggal kembar (9.9) yang digelar oleh berbagai marketplace, mendorong daya beli masyarakat.

“Minggu ini sudah mulai terkendali. Hal itu terlihat berdasarkan data load kiriman dan akan terus membaik hingga estimasi waktu pengiriman normal,” tambah Windhu, meyakinkan bahwa situasi akan segera membaik.

Pengguna akun Facebook dan TikTok juga ramai-ramai mengeluhkan kondisi ini diberbagai grup, seperti postingan Chrisna Buana ini:

“Saya rasa beberapa hari ini banyak sekali keluhan dari masyarakat tentang LAMBATNYA PENGIRIMAN JNE PAJAJARAN.”

“Saya punya 7 Paket dagangan yang stuck di gudang Pajajaran dari tanggal 13 Sept. Dan dari sekian banyak keluhan dari pengguna ekspedisi, saya hampir tidak pernah lihat statement pembelaan dari pihak kantor. Ya seolah olah keluhan kita hanya angin lalu buat mereka” ujarnya.

“Apa harus kami ramai-ramai melakukan pengaduan ke YLKI dulu? Atau memang pihak manajemen sengaja biar nama JNE akan terus dibahas di medsos dengan KEBOBROKANNYA?”

“Kalau gak mampu handle paket, jangan sembunyi dibalik kurangnya tenaga kerja. Artinya manajemen internalmu BOBROK!”

“Note: Buat yang belum tau, banyak dari kita yang “kena jebakan marketplace”. Contohnya, tokopedia. Disana program Bebas Ongkir membuat buyer tidak bisa memilih jasa pengiriman dan sistem tokopedia lebih prefer mengarahkan ke ekspedisi JNE. Jadi dari buyer tidak bisa memilih mau pakai ekspedisi apa.” tulisnya dengan nada kesal.

Hal itu terlihat juga dilapangan lebih mengejutkan. Rizki, salah satu pelanggan yang kecewa, menceritakan pengalamannya.

Paketnya seharusnya tiba pada 16 September 2024, namun hingga kini belum sampai.

“Saya cek e-commercenya (Tokped) sudah terkirim. Namun, waktu saya komplain katanya sudah dikirim ya saya pilih nggak tahu karena tidak ada yang menerima barangnya,” ungkapnya.

Situasi di gudang JNE sendiri tampak kacau, dengan antrean panjang pelanggan yang bahkan rela duduk di halaman menunggu giliran.

Meski Windhu menyatakan bahwa beberapa paket masih dalam estimasi waktu, kenyataan bahwa banyak pelanggan merasa perlu datang langsung ke gudang menunjukkan tingginya tingkat kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap layanan pengiriman.

JNE Malang menegaskan komitmen mereka untuk memberikan pelayanan terbaik dan sedang memaksimalkan kinerja untuk mempercepat proses pengiriman.

Bagi pelanggan yang mengalami kerusakan atau kehilangan paket, JNE menyediakan layanan customer care untuk menindaklanjuti klaim.

Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi JNE dan perusahaan logistik lainnya tentang pentingnya antisipasi lonjakan permintaan, terutama saat momen-momen promosi besar.

Sementara itu, konsumen diingatkan untuk selalu bersabar dan menggunakan jalur resmi dalam mengajukan keluhan sebelum mengambil tindakan ekstrem.”