Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, BUMDes Herepulane Terima Bantuan Rp260 Juta untuk Bioindustri Sagu

Zona Malang – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Herepulane Negeri Waraka, yang berada di Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, kini tengah bersemangat setelah menerima dana investasi sebesar Rp260 juta dari Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Bantuan ini dipastikan akan memperkuat pengembangan bioindustri sagu yang merupakan komoditas unggulan di daerah tersebut.

Dengan dana ini, BUMDes Herepulane siap memanfaatkan teknologi terkini melalui pembangunan fasilitas “Solar Dome Dryer” mini. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam pengeringan sagu, menghadapi cuaca yang beragam, dan mengoptimalkan kualitas nutrisi produk sagu hingga 95%. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga mendongkrak kualitas produk sagu Negeri Waraka yang semakin diminati.

“Dengan bantuan ini, kami optimis dapat meningkatkan pendapatan usaha sagu dan mengurangi angka kemiskinan di Negeri Waraka,” kata Ibu Budi Istia Rini, Ketua Unit Usaha Sagu Waraka (SAWA), dalam keterangan resminya pada Jumat (20/12/2024).

Ibu Budi menjelaskan bahwa pengembangan industri sagu di Negeri Waraka diawali dengan pemetaan komoditas unggulan di 57 negeri dalam lingkup program TEKAD di Kabupaten Maluku Tengah. Pemetaan ini menunjukkan bahwa sagu memiliki potensi besar dan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi. Melalui SAWA, sagu kini diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti tepung sagu, mie sagu, dan beras sagu.

“Sebelum adanya program TEKAD, kami menghadapi banyak kendala dalam pemasaran produk karena keterbatasan modal dan alat produksi,” ujarnya. Namun, saat ini produk-produk sagu dari SAWA telah berhasil dipasarkan di berbagai gerai di Kota Masohi, Ambon, serta bekerja sama dengan 97 outlet Alfamidi di Maluku. Peluang ini terbuka setelah tim fasilitator TEKAD melakukan pertemuan dengan manajemen Alfamidi pada November lalu.

Lebih lanjut, Ibu Budi menambahkan bahwa BUMDes Herepulane berencana untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk turunan sagu baru dan memperluas jangkauan pasar. Hal ini sejalan dengan misi program TEKAD yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi rumah tangga perdesaan dan memastikan keberlanjutan usaha ekonomi produktif di sejumlah daerah.

Program TEKAD merupakan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Program ini difokuskan pada pengembangan mata pencaharian yang berkelanjutan di 25 kabupaten di sembilan provinsi, termasuk Maluku.