MALANG, Zona Malang – Kabar membanggakan datang dari dunia sepak bola Indonesia! Tiga pemain sepak bola berdarah Indonesia yang berkiprah di Eropa, yakni Joey Pelupessy, Dean James, dan Emil Audero, secara resmi telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Proses naturalisasi ketiga pemain ini telah rampung dan mereka telah mengucapkan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah upacara khidmat yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma, Italia, pada Senin, 10 Maret 2025. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia dan para pecinta sepak bola tanah air yang menaruh harapan besar pada peningkatan kualitas skuad Garuda.
Proses pengambilan sumpah WNI ketiga pemain ini menjadi momen bersejarah yang disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat penting dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan KBRI Roma. Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Nico Afinta, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Widodo, dan Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Roma, Tika Wihanasari, turut hadir untuk memberikan dukungan dan menyaksikan langsung momen penting ini. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan sepak bola Indonesia melalui proses naturalisasi pemain-pemain berkualitas yang memiliki darah Indonesia. Dengan resminya mereka menjadi WNI, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi performa Timnas Indonesia di kancah internasional.
Nico Afinta dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa Menteri Hukum dan HAM telah memberikan arahan untuk mendukung dan mempercepat seluruh proses naturalisasi yang memiliki kepentingan prestasi nasional dan kebanggaan bangsa. Ia menekankan bahwa proses ini tetap harus berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang kewarganegaraan. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat serius dalam upaya meningkatkan kualitas Timnas Indonesia melalui naturalisasi pemain-pemain berpotensi, namun tetap mengedepankan prinsip legalitas dan transparansi dalam setiap prosesnya. Dukungan penuh dari pemerintah diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses naturalisasi pemain-pemain keturunan Indonesia lainnya yang berpotensi memperkuat Timnas Garuda.
Ketiga pemain yang baru dinaturalisasi ini memiliki garis keturunan Indonesia yang kuat dari kakek dan nenek mereka. Emil Audero, penjaga gawang yang bermain di Serie A, memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia karena ayahnya, Edy Mulyadi, lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang juga merupakan tempat kelahiran Emil. Sementara itu, Joey Pelupessy, seorang gelandang yang bermain di Eropa, memiliki darah Indonesia dari kakeknya, Jacob Pelupessy, yang lahir di Ouw, Maluku Tengah, dan neneknya, Efrosina Lemina Manuputty, yang lahir di Hellendoom, Belanda. Dean James, seorang pemain bertahan, memiliki garis keturunan Indonesia dari kakeknya, Johannes Everhard Adrianus Velthuis, yang lahir di Semarang, dan neneknya, Irene Johanna Vijsel, yang lahir di Surabaya.
Dengan latar belakang keluarga yang kuat di Indonesia, ketiga pemain ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi Timnas Indonesia. Kecintaan mereka terhadap tanah air dan semangat untuk membela Merah Putih diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk memberikan yang terbaik di lapangan. Pengalaman bermain di kompetisi Eropa yang ketat juga akan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk meningkatkan kualitas permainan Timnas Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan dapat membawa dampak positif bagi mentalitas dan performa tim secara keseluruhan.
Setelah resmi menjadi WNI, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) langsung bergerak cepat untuk mendaftarkan ketiga pemain ini ke FIFA dan mengurus perpindahan federasi. Langkah ini sangat penting agar mereka dapat segera memperkuat Timnas Indonesia di laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada bulan Maret mendatang. PSSI menyadari betul pentingnya kehadiran ketiga pemain ini untuk memperkuat skuad Garuda dan meningkatkan peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia. Proses pendaftaran dan perpindahan federasi diharapkan dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan agar mereka dapat segera bergabung dengan Timnas Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, telah memasukkan nama ketiga pemain ini dalam daftar 27 pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia di laga melawan Australia dan Bahrain. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan penuh pelatih kepada kemampuan dan potensi ketiga pemain naturalisasi tersebut. Kluivert berharap kehadiran mereka dapat memberikan warna baru dalam permainan Timnas Indonesia dan meningkatkan daya saing tim di level internasional. Pemanggilan ini juga menjadi bukti bahwa proses naturalisasi yang dilakukan telah melalui pertimbangan matang dan sesuai dengan kebutuhan tim.
Timnas Indonesia akan menghadapi Australia pada 20 Maret 2025, dan menjamu Bahrain pada 25 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Kedua pertandingan ini sangat penting bagi Timnas Indonesia dalam upaya meraih tiket ke Piala Dunia 2026. Dukungan penuh dari para suporter diharapkan dapat memberikan semangat tambahan bagi para pemain untuk memberikan yang terbaik di lapangan. Kehadiran Joey Pelupessy, Dean James, dan Emil Audero diharapkan dapat menambah kekuatan Timnas Indonesia dan meningkatkan peluang untuk meraih kemenangan di kedua pertandingan tersebut.
Bergabungnya Joey Pelupessy, Dean James, dan Emil Audero diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi Timnas Indonesia. Pengalaman dan kualitas yang mereka miliki diharapkan dapat meningkatkan daya saing tim di level internasional. Selain itu, kehadiran mereka juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemain muda Indonesia untuk terus bekerja keras dan meningkatkan kemampuan mereka. Dengan skuad yang semakin kuat dan solid, Timnas Indonesia diharapkan dapat meraih hasil maksimal di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan mewujudkan impian seluruh masyarakat Indonesia untuk tampil di Piala Dunia.
Keberhasilan proses naturalisasi ini tidak lepas dari kerja keras dan koordinasi yang baik antara PSSI, Kemenkumham, KBRI Roma, dan pihak-pihak terkait lainnya. Proses ini menunjukkan komitmen pemerintah dan PSSI dalam mendukung pengembangan sepak bola Indonesia dan meningkatkan prestasi Timnas di kancah internasional. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus melakukan upaya-upaya serupa di masa depan dan mencari pemain-pemain keturunan Indonesia lainnya yang berpotensi memperkuat Timnas Garuda. Dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, impian Indonesia untuk tampil di Piala Dunia bukan lagi sekadar mimpi, tetapi sebuah harapan yang semakin mendekati kenyataan.







