MALANG, Zona Malang – Jelang perayaan Idul Fitri 1446 H, Kepolisian Resor Trenggalek menggelar silaturahmi bersama para ketua dan pimpinan perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek. Acara yang dikemas dengan buka puasa bersama di salah satu rumah makan di Kabupaten Trenggalek ini berlangsung dalam suasana keakraban.
Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si. melalui Kasatintelkam AKP Yoyok Wijanarko, S.H., M.H. menyampaikan bahwa acara ini merupakan momentum tepat untuk memperkuat sinergi antara Kepolisian dan perguruan silat yang ada di Kabupaten Trenggalek. “Kami berharap dengan silaturahmi ini, kita semua dapat semakin memperkuat komitmen untuk menjadikan pencak silat sebagai alat pemersatu, bukan pemecah belah,” ujarnya.
Pihaknya mengajak para ketua perguruan untuk dapat mengarahkan anggota ataupun civitas pencak silat untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan dan menjaga kondusifitas khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kasubdit Kamneg Ditintelkam Polda Jawa Timur, AKBP Dr. Sarwo Waskito yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya insiden konflik perguruan pencak silat di Kediri yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Kita semua, baik dari pihak Kepolisian, tokoh masyarakat, maupun para ketua perguruan silat, memiliki tanggung jawab untuk mencegah, mendeteksi dan mengantisipasi setiap potensi konflik sejak dini,” ucapnya. Pihaknya menambahkan, jika ada permasalahan seyogyanya diselesaikan dengan kepala dingin dan jalur yang tepat, bukan dengan aksi anarkis yang hanya akan merugikan semua pihak.
Ketua IPSI Kab. Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki, S.H., M.Si. menyatakan, pihaknya merasa bangga dan bersyukur atas terselenggaranya acara ini sekaligus sebagai wadah berkumpul, berdiskusi dan memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan di antara perguruan silat. “Kami memandang pertemuan ini sebagai langkah responsif dan solutif terhadap berbagai kejadian yang telah terjadi di beberapa daerah,” ungkapnya.
Pihaknya juga mendorong para ketua perguruan untuk bersama-sama menjaga marwah pencak silat agar tetap menjadi kebanggaan, bukan sebaliknya menjadi pemicu konflik. Masing-masing ketua perguruan pencak silat yang hadir menyatakan komitmen untuk bersama menjaga situasi yang aman dan kondusif serta mengimbau kepada seluruh civitas pencak silat agar tidak mudah termakan isu dan terprovokasi oleh informasi dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan yang tersebar di media sosial.
Para ketua perguruan juga meminta agar semua anggotanya untuk menahan diri dan tidak diperkenakan melakukan aksi dalam bentuk apapun serta meminta agar menjaga kerukunan dan kedamaian dan membangun marwah dan jati diri perguruan yang membawa keharmonisan dan kesejukan bagi masyarakat.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Kabagops Polres Trenggalek Kompol Dwi Jatmiko, S.H., S.I.K., M.I.K., pejabat utama Polres Trenggalek, Ketua dan pengurus PSHT, PSNU Pagar Nusa dan IKSPI Kera Sakti Cabang Trenggalek. Acara ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di Kabupaten Trenggalek, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri 1446 H.
Kepolisian Resor Trenggalek menekankan pentingnya peran para ketua perguruan pencak silat dalam mencegah, mendeteksi, dan mengantisipasi potensi konflik sejak dini. Mereka juga berharap agar semua pihak dapat menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan melalui jalur yang tepat, bukan dengan aksi anarkis yang merugikan semua pihak.
Sinergi yang terjalin antara Kepolisian dan perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keamanan dan kerukunan menjelang perayaan Idul Fitri. Komitmen bersama untuk menjadikan pencak silat sebagai alat pemersatu, bukan pemecah belah, menjadi kunci utama dalam mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di wilayah tersebut.







