MALANG, Zona Malang – Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu, menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya memiliki kekuatan oligarki. Menurut Didu, jika kekuatan oligarki ini bisa dihentikan, maka Jokowi tidak akan memiliki kekuatan lagi.
Didu mengatakan, “Jadi saya katakan begini, kekuatan Jokowi itu hanya satu. Oligarki saja. Kalau ini kita bisa potong, maka dia sudah tidak punya kekuatan apa-apa. Kenapa? Di partainya juga sudah nggak ada.”
Selain itu, Didu juga membahas pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam bukunya yang berjudul “Paradoks Indonesia dan Solusinya”. Dalam buku tersebut, Prabowo menegaskan dua hal terkait oligarki.
Pertama, Prabowo menyatakan bahwa ia terjun ke dunia politik agar bisa membuat kebijakan untuk mengembalikan kedaulatan rakyat dari oligarki. Kedua, Prabowo menegaskan agar kedaulatan rakyat dikembalikan dari penguasaan oligarki.
Menurut Didu, Prabowo harus dibantu untuk memotong oligarki tersebut. Ia menegaskan, “Membantu dia untuk melaksanakan yang di bukunya dia itu, Paradoks Indonesia. Kalau dia tidak melakukan, bisa jadi beliaulah paradoksnya.”
Didu menyoroti kekuatan oligarki yang dimiliki Jokowi saat ini. Ia menilai bahwa jika kekuatan tersebut bisa dihentikan, maka Jokowi tidak akan memiliki kekuatan lagi, terutama di dalam partainya.
Sementara itu, Prabowo dalam bukunya menegaskan keinginannya untuk mengembalikan kedaulatan rakyat dari penguasaan oligarki. Didu menyatakan bahwa Prabowo harus dibantu untuk mewujudkan hal tersebut, karena jika tidak, Prabowo sendiri bisa menjadi paradoks.
Pernyataan Didu ini menimbulkan perdebatan di kalangan politik dan masyarakat. Beberapa pihak menyatakan dukungan terhadap Prabowo, sementara pihak lain mempertanyakan keabsahan pernyataan Didu.
Dalam situasi ini, masyarakat diharapkan dapat mengikuti perkembangan isu ini dengan saksama dan mengambil sikap yang bijak. Peran media juga sangat penting dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang, sehingga masyarakat dapat memahami situasi dengan lebih baik.
Terlepas dari perdebatan yang ada, isu ini menunjukkan bahwa permasalahan oligarki masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Upaya untuk mengembalikan kedaulatan rakyat dari penguasaan oligarki menjadi penting untuk mewujudkan demokrasi yang lebih kuat dan berkeadilan.







