MALANG, Zona Malang – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan instruksi kepada kepala daerah dari partainya yang tidak hadir dalam retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada Februari 2025 untuk mengikuti retret gelombang kedua. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara sekaligus Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, kepada wartawan pada Jumat (4/4/2025).
Basarah menjelaskan bahwa Megawati telah memutuskan bahwa kepala daerah dari PDIP harus mengikuti retret yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Sudah ada kesepakatan kami bahwa kepala daerah dari PDIP yang belum ikut retret angkatan pertama, akan ikut pada angkatan kedua,” ujarnya.
Sikap Megawati kali ini berbeda dengan pada retret kepala daerah gelombang pertama yang berlangsung sehari setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditahan KPK sebagai tersangka kasus suap dan perintangan penyidikan Harun Masiku. Saat itu, Megawati mengeluarkan surat instruksi meminta kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk menunda ikut retret di Magelang.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa retret kepala daerah gelombang kedua akan dibuat lebih sederhana dari sebelumnya, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Bima mengungkapkan bahwa ada 49 kepala daerah yang belum mengikuti retret secara total, dan sebagian akan mengikuti gelombang kedua.
Bima menyatakan bahwa peserta retret gelombang dua berjumlah 25 kepala daerah, termasuk gubernur dan bupati/wakil bupati dari Bali yang absen pada retret di Magelang, serta kepala daerah yang sempat bersengketa di Mahkamah Konstitusi. Kemendagri telah menyiapkan anggaran untuk retret kepala daerah gelombang kedua, namun lokasi retret belum bisa dipastikan, apakah akan menggunakan Akademi Militer, Magelang atau tidak.
“Tempatnya juga belum bisa dipastikan. Bisa di Magelang atau di tempat-tempat lain, dengan konsep lebih minimalis. Kira-kira 25 sampai 30 kepala daerah,” jelas Bima.
Kemendagri akan menggelar retret kepala daerah dalam tiga gelombang. Retret terakhir akan digelar setelah pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 selesai.
Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa retret kepala daerah gelombang kedua akan dibuat lebih sederhana dari sebelumnya, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Bima mengungkapkan bahwa ada 49 kepala daerah yang belum mengikuti retret secara total, dan sebagian akan mengikuti gelombang kedua.
Bima juga menyatakan bahwa peserta retret gelombang dua berjumlah 25 kepala daerah, termasuk gubernur dan bupati/wakil bupati dari Bali yang absen pada retret di Magelang, serta kepala daerah yang sempat bersengketa di Mahkamah Konstitusi. Kemendagri telah menyiapkan anggaran untuk retret kepala daerah gelombang kedua, namun lokasi retret belum bisa dipastikan, apakah akan menggunakan Akademi Militer, Magelang atau tidak.
Menurut Bima, “Tempatnya juga belum bisa dipastikan. Bisa di Magelang atau di tempat-tempat lain, dengan konsep lebih minimalis. Kira-kira 25 sampai 30 kepala daerah.”
Kemendagri akan menggelar retret kepala daerah dalam tiga gelombang. Retret terakhir akan digelar setelah pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 selesai.







