Skandal Djoko Tjandra Terungkap, Mantan Penyidik KPK Buka Tabir Kasus Harun Masiku

MALANG, Zona Malang – Kasus dugaan suap yang menjerat Harun Masiku, buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), semakin menarik perhatian publik setelah KPK memeriksa Djoko Tjandra, pengusaha sekaligus terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali. Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo, menyebut Harun Masiku bukan orang biasa dan meminta KPK untuk menyelidiki perkara lain yang melibatkan Harun.

Yudi mengatakan, pemeriksaan Djoko Tjandra oleh KPK membuktikan bahwa Harun Masiku bukan sosok yang bisa dipandang remeh. “Ya saya pikir, KPK sudah di jalan yang benar bahwa mereka sudah berani untuk membuka kotak pandora kasus Harun Masiku. Tidak lagi sebatas dalam kasus suap terhadap Wahyu Setiawan,” kata Yudi saat dihubungi, Kamis (10/4/2025).

Menurut Yudi, selama ini banyak hal dan fakta yang belum terungkap terkait sosok Harun Masiku. Kasus ini tidak hanya melibatkan dugaan suap terkait penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI tahun 2019-2024 dengan tersangka Mantan Komisioner KPU Wahyu Setawan, tetapi kemungkinan ada kasus-kasus lain yang perlu diungkap oleh KPK.

“Jika memang ada pengembangan kasus bisa melebar kemana-mana, bukan hanya terkait suap dari Komisioner KPU Wahyu Setiawan, tapi kalau memang ada kasus-kasus lain, KPK segera saja merilis kepada publik. Sehingga publik bisa memahami bagaimana sebenarnya kasus Harun Masiku Ini yang memang tidak bisa dipandang remeh,” jelasnya.

Yudi mengapresiasi langkah KPK yang menurutnya sudah berada di jalur yang tepat. Dia meminta KPK segera menangkap buron Harun Masiku, serta menangkap siapa pun yang dianggap terkait dengan kasus ini, baik dalam perkara pokok terkait suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan maupun dalam pengembangannya.

Sementara itu, KPK mengungkap alasan memeriksa Djoko Tjandra sebagai saksi kasus Harun Masiku. Jubir KPK, Tessa Mahardhika, mengatakan bahwa Djoko pernah bertemu dengan Harun di Kuala Lumpur, Malaysia. Tessa belum menjelaskan detail kapan pertemuan itu terjadi dan apa kaitan pertemuan itu dengan kasus dugaan suap yang menjerat Harun Masiku.

“Jadi informasi yang didapat dari penyidik yang bersangkutan dimintakan keterangannya terkait informasi pertemuan antara yang bersangkutan dengan sodara HM (Harun Masiku) di Kuala Lumpur, Malaysia,” kata Tessa.

Tessa hanya mengatakan bahwa Djoko sempat meminta bantuan kepada Harun untuk mengurus sesuatu. Diketahui, Harun Masiku pernah berprofesi sebagai pengacara. Namun, Tessa belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait aliran uang dalam pertemuan tersebut.

“Kalau aliran uang belum ada infonya, jadi baru ada pertemuan di sana, di KL. Pembahasannya terkait ada permintaan dari sodara DST (Djoko Tjandra) kepada saudara HM untuk membantu mengurus sesuatu. Tapi detailnya belum bisa disampaikan saat ini,” tuturnya.

Kasus dugaan suap yang menjerat Harun Masiku semakin menarik perhatian publik, terutama setelah KPK memeriksa Djoko Tjandra. Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo, menyebut Harun Masiku bukan orang biasa dan meminta KPK untuk menyelidiki perkara lain yang melibatkan Harun. KPK sendiri mengungkap alasan memeriksa Djoko Tjandra, yaitu terkait pertemuan Djoko dengan Harun di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, detail informasi terkait pertemuan tersebut masih belum dapat disampaikan oleh pihak KPK.