MALANG, Zona Malang – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerukan persatuan dan harmoni di antara seluruh elemen bangsa Indonesia. Seruan tersebut disampaikan Nusron saat menghadiri Majelis Peringatan Guru Tua, Al-Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri di Palu, Sabtu (12/04/2025).
Menteri Nusron menegaskan, “Kita harus jaga dan rawat elemen ini. Jangan ada yang mencoba mengadu domba antara habaib dengan ulama atau ulama dengan pemerintah. Ketiganya adalah satu kesatuan dalam menjaga keutuhan dan kesejahteraan umat.” Ia menyampaikan pentingnya sinergi antara habaib sebagai keturunan Rasulullah SAW, ulama sebagai pewaris ilmu, dan pemerintah sebagai penjaga tatanan masyarakat.
Menurut Menteri Nusron, jika ketiganya bersatu, maka rahmat dan keberkahan akan tercurah bagi bangsa Indonesia. Sebelum menghadiri majelis tersebut, Nusron Wahid berkomunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto yang sedang berada di Turki. Presiden Prabowo pun menitipkan salam dan doa kepada seluruh jemaah serta keluarga besar Al-Khairat.
“Saya yakin, kita semua hadir di sini karena mahabbah, cinta kepada guru, kepada orang alim, dan orang saleh, yaitu Guru Tua Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri. Cinta ini adalah tanda bahwa Allah SWT mencintai beliau,” lanjut Menteri Nusron.
Di akhir sambutannya, Nusron Wahid mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan majelis seperti ini sebagai momen memperkuat ukhuah islamiah, ukhuah wathaniyah, serta mempererat persatuan nasional. Ia menutup dengan doa agar Indonesia senantiasa dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.
Kehadiran Menteri Nusron di Majelis Peringatan Guru Tua, Al-Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keharmonisan di antara seluruh komponen masyarakat. Seruan untuk menjaga persatuan dan mencegah adu domba di antara habaib, ulama, dan pemerintah merupakan pesan penting yang disampaikan Menteri Nusron.
Menteri Nusron menekankan bahwa ketiganya, yaitu habaib, ulama, dan pemerintah, adalah satu kesatuan yang harus bersinergi dalam menjaga keutuhan dan kesejahteraan umat. Menurutnya, jika ketiganya bersatu, maka rahmat dan keberkahan akan tercurah bagi bangsa Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto, yang sedang berada di Turki, juga turut menitipkan salam dan doa kepada seluruh jemaah serta keluarga besar Al-Khairat. Hal ini menunjukkan dukungan dan perhatian pemerintah pusat terhadap acara tersebut.
Dalam sambutannya, Menteri Nusron juga menyampaikan bahwa cinta dan mahabbah kepada guru, orang alim, dan orang saleh, seperti Guru Tua Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, adalah tanda bahwa Allah SWT mencintai mereka. Hal ini merupakan pesan spiritual yang disampaikan oleh Menteri Nusron.
Di akhir sambutannya, Nusron Wahid mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan majelis seperti ini sebagai momen memperkuat ukhuah islamiah, ukhuah wathaniyah, serta mempererat persatuan nasional. Ia menutup dengan doa agar Indonesia senantiasa dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.
Kehadiran Menteri Nusron di Majelis Peringatan Guru Tua, Al-Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri, menjadi momentum penting dalam menjaga keharmonisan dan persatuan di antara seluruh komponen masyarakat Indonesia. Seruan untuk menjaga persatuan dan mencegah adu domba di antara habaib, ulama, dan pemerintah merupakan pesan yang disampaikan dengan tegas oleh Menteri Nusron, sehingga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bersinergi demi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.







