Gantikan Prabowo? Rahasia Tersembunyi di Balik Rencana Gibran!

MALANG, Zona Malang – Isu kudeta terselubung terhadap Presiden Prabowo kembali menjadi perbincangan hangat. Hal ini ditandai dengan intensitas pertemuan yang tak biasa antara Presiden Prabowo dan mantan Presiden Jokowi. Belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, seorang Presiden dan mantan Presiden bertemu sesering ini.

Tidak hanya itu, beberapa menteri anak buah Presiden Prabowo juga kerap menghadap Jokowi di Solo. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Jokowi ingin mencari celah untuk menjatuhkan Prabowo dari para loyalisnya di Kabinet Merah Putih.

Presiden Prabowo dianggap telah dikepung oleh loyalis Jokowi. Skenario pembusukan Pemerintahan Presiden Prabowo pun diyakini sedang berjalan. Presiden Prabowo juga kerap melakukan blunder, seperti buruknya komunikasi saat merespon pertanyaan kritis dari beberapa Pimpinan Redaksi. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo tidak menguasai masalah negara.

Kekacauan lain juga terjadi saat Presiden Prabowo berkeinginan untuk merelokasi ribuan warga Gaza Palestina ke Indonesia. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Presiden Prabowo tidak memahami masalah Palestina. Prabowo dianggap “asbun” atau asal bunyi.

Masalah lain yang dihadapi Presiden Prabowo adalah buruknya komunikasi para Pembantu Presiden, seperti Hasan Nasbi yang merupakan loyalis tulen Jokowi. Ditambah lagi, kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. APBN tekor ratusan triliun rupiah, pendapatan negara merosot 16,7 persen, dan utang jatuh tempo tahun 2025 sebesar Rp 800 triliun.

Kondisi ekonomi yang memburuk ini membuat pasar tidak lagi percaya dengan rezim Prabowo. Hal ini terlihat dari anjloknya IHSG dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Peluncuran Danantara yang diplesetkan menjadi dana antara penguasa dan pengusaha juga mendapat respons negatif dari pasar.

Kondisi ini diyakini akan menjadi bom waktu bagi Prabowo. Ujung-ujungnya, oligarki yang dekat dengan Jokowi diprediksi akan menggembosi perekonomian Indonesia. IHSG anjlok, rupiah terpuruk, dan barang-barang pun naik. Rakyat pun diprovokasi untuk melakukan demo besar-besaran untuk menggulirkan Prabowo.

Jokowi diyakini hanya tinggal menunggu momentum yang tepat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo dan menaikkan Gibran Rakabuming Raka, anak haram konstitusi, sebagai Presiden. Beberapa indikator politik dan ekonomi menunjukkan bahwa Pemerintahan Prabowo akan mengalami guncangan dahsyat akibat pengaruh ekonomi global dan domestik, serta berpotensi munculnya hura-hara politik.

Desakan Presiden Prabowo untuk mundur diyakini merupakan skenario Jokowi dengan memainkan isu kegentingan mendesak, seperti krisis moneter jilid-2 seperti tahun 1998. Pasar tidak lagi percaya dengan Presiden Prabowo, dan indikatornya bisa dilihat dari bolak-baliknya para loyalis Jokowi di Kabinet Merah Putih yang sering mengupdate situasi terkini ke bosnya di Solo.

Ranjau-ranjau untuk membuat ekonomi ambruk, yang memaksa Presiden Prabowo mundur, sudah ditanam oleh Jokowi ketika masih menjabat sebagai Presiden. Hanya tinggal menunggu bom waktu untuk diledakkan. Ekonomi Indonesia yang sudah berada di pinggir jurang kehancuran, hanya butuh sedikit badai saja untuk langsung tumbang.