Kebersamaan Lintas Budaya: Perhimpunan Indonesia Tionghoa Jatim Gelar Halal Bihalal di Oma Gede Tambak Bayan

MALANG, Zona Malang – Untuk memperkuat silaturahmi dan merajut kebinekaan, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jatim menggelar acara halal bihalal di Omah Gede, Kampung Pecinan, Tambak Bayan, Surabaya, Rabu (16/4/2025). Acara ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud nyata Perhimpunan INTI Jatim dalam menjalankan program kerja di bidang sosial kebangsaan, idiil, dan kultural.

Omah Gede, Kampung Pecinan, Tambak Bayan merupakan salah satu bangunan bersejarah bagi warga Tionghoa di Surabaya. Bangunan kuno yang banyak ditopang oleh kayu-kayu Jati ini menyimpan cerita panjang perjuangan warga Tionghoa di Kota Pahlawan. Tidak hanya terkait perjuangan melawan penjajahan Belanda, tetapi juga mempertahankan budaya di tengah keberagaman etnik hingga masa sekarang.

Kegiatan halal bihalal diawali dengan bakti sosial, seperti konsultasi hukum gratis, potong rambut, pijat refleksi, hingga akupuntur. Warga sekitar tampak antusias mengikuti pelayanan gratis tersebut. Selain itu, produk-produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dari warga Tambak Bayan juga ikut mewarnai dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antar organisasi sosial, perkumpulan, perhimpunan dan komunitas keagamaan di Jawa Timur, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar tempat kegiatan,” ujar Stefanus Budi Widjaja, Ketua Perhimpunan INTI Jatim.

Dalam rangkaian acara, hadir pula Wang Xiaoming alias Novi Basuki Ph.D., seorang penulis, peneliti, dan pakar kebudayaan Islam di Tiongkok. Kegiatan ini juga mengundang berbagai komunitas atau organisasi lintas iman, sehingga menambah keseruan perbincangan, yang tidak hanya membahas religi tetapi juga kultural di tengah gerusan zaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam suksesnya acara ini, termasuk komunitas masyarakat Tambak Bayan yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Semoga menjadi momentum bagi kita semua untuk terus menjalin silaturahmi, memperkuat kepedulian sosial dan membangun kebersamaan yang harmonis,” tambah Andy Wangi, Ketua Panitia Acara.

Menariknya, setiap warga maupun undangan yang datang dapat menikmati Lontong Mie maupun Lontong Sayur khas warga Pecinan Tambak Bayan. Suguhan ini dapat dinikmati sambil menelusuri bangunan kuno Oma Gede, yang tentunya akan membawa pada kenangan masa lampau warga Tionghoa di Surabaya.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Perhimpunan INTI Jatim dalam memperkuat kerukunan dan kebinekaan di tengah masyarakat. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bagi warga Tionghoa untuk mempertahankan budaya dan tradisi mereka di Kota Pahlawan.

Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang untuk mengembangkan ekonomi lokal melalui UMKM warga Tambak Bayan. Hal ini menunjukkan bahwa Perhimpunan INTI Jatim tidak hanya fokus pada aspek sosial dan budaya, tetapi juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kehadiran Wang Xiaoming alias Novi Basuki Ph.D. juga menjadi daya tarik tersendiri dalam acara ini. Sebagai seorang pakar kebudayaan Islam di Tiongkok, kehadirannya diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pemahaman tentang keragaman budaya yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Secara keseluruhan, acara halal bihalal yang digelar oleh Perhimpunan INTI Jatim ini merupakan bentuk nyata dari upaya memperkuat silaturahmi, merajut kebinekaan, dan membangun kebersamaan yang harmonis di tengah masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk terus menjaga dan mempromosikan kerukunan antar umat beragama dan etnis di Indonesia.