MALANG, Zona Malang – Fenomena baru kembali mengguncang jagat TikTok dengan kemunculan tren Wut Wut Wut. Pengguna platform berbagi video pendek itu tengah ramai mengikuti tren ini yang viral sejak pertengahan April 2025. Tagar seputar tren ini bahkan menembus jajaran trending, membuat banyak pengguna penasaran dan ikut mencobanya.
Tren Wut Wut Wut merupakan gabungan dari teknik pengeditan video populer “velocity” dengan iringan musik remix yang energik. Tren ini tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan turunan dari tren velocity yang lebih dulu mencuri perhatian warganet.
Efek velocity dalam video adalah teknik pengeditan yang memungkinkan pengguna mempercepat atau memperlambat momen tertentu dalam video, sehingga gerakan terlihat dramatis—terutama saat berjoget atau melakukan pose unik. Dalam tren Wut Wut Wut, efek ini dipadukan dengan musik remix dari lagu lawas berjudul “Kutimang Adikku Sayang” yang dipopulerkan oleh Ipank. Musik tersebut dimodifikasi dengan sentuhan DJ, menciptakan nuansa modern dan mengundang untuk berjoget.
Meski berakar dari lagu yang pernah populer pada 2019, versi remix dari “Kutimang Adikku Sayang” dalam tren ini memberi kesan berbeda. Warganet bahkan menyebut lagu ini dengan nama alternatif “Kelak Kau Telah Dewasa”, karena bagian lirik itu terdengar paling dominan dalam potongan remix. Dalam video-video yang viral, para pengguna TikTok biasanya menampilkan gerakan tarian dengan gaya velocity, lalu ditambahkan efek suara remix lagu tersebut. Kombinasi ini dianggap menyegarkan dan menarik, sehingga cepat menyebar di berbagai lini waktu.
TikTok memang tak pernah kehabisan ide untuk melahirkan tren-tren baru. Selain Tren Wut Wut Wut Viral di TikTok, beberapa tren lain yang sempat booming di platform ini antara lain Tren Stecu Stecu, Tren Velocity, Tren Kesenjangan Sosial, Tren Anomali Brainrot, Tren We Listen We Don’t Judge, Tren Gaya Hidup Gak Sesuai sama Kerjaan, dan Tren lagu Ruby Chan Hai Nani ga Suki.
Salah satu pengguna TikTok menyebut bahwa tren ini membuatnya bernostalgia sekaligus merasa tertantang. “Gak nyangka lagu zaman dulu bisa sekeren ini setelah di-remix, apalagi pas dikasih efek slowmo,” ujarnya dalam sebuah video ulasan.
Tren Wut Wut Wut yang viral di TikTok ini memang menarik perhatian banyak pengguna. Kombinasi antara teknik pengeditan video velocity dan musik remix yang energik menciptakan nuansa baru yang segar dan mengundang untuk berjoget. Tak heran jika tren ini cepat menyebar dan menjadi viral di platform video pendek tersebut.
Selain Tren Wut Wut Wut, TikTok juga telah melahirkan berbagai tren lain yang sempat menjadi viral, seperti Tren Stecu Stecu, Tren Velocity, Tren Kesenjangan Sosial, Tren Anomali Brainrot, Tren We Listen We Don’t Judge, Tren Gaya Hidup Gak Sesuai sama Kerjaan, dan Tren lagu Ruby Chan Hai Nani ga Suki. Fenomena ini menunjukkan bahwa platform TikTok terus berinovasi dalam menciptakan konten yang menarik bagi penggunanya.
Salah satu pengguna TikTok yang mengikuti tren Wut Wut Wut mengaku merasa bernostalgia sekaligus tertantang dengan tren ini. Ia mengungkapkan rasa tak menyangka bahwa lagu lama bisa terdengar sekeren ini setelah di-remix dan diberi efek slowmo. Komentar ini menggambarkan antusiasme pengguna TikTok terhadap tren-tren baru yang terus bermunculan di platform tersebut.
Tren Wut Wut Wut yang viral di TikTok telah menunjukkan bagaimana platform ini terus berinovasi dalam menciptakan konten yang menarik bagi penggunanya. Kombinasi antara teknik pengeditan video velocity dan musik remix yang energik telah menciptakan nuansa baru yang segar dan mengundang untuk berjoget. Tak heran jika tren ini cepat menyebar dan menjadi viral di kalangan pengguna TikTok.







