KPK Ungkap Skandal Korupsi Proyek di Bank BJB, Puluhan Kendaraan Disita

MALANG, Zona Malang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Bank BJB (Jawa Barat dan Banten) untuk tahun anggaran 2019 hingga 2024. Hal ini merupakan langkah lanjutan dari proses penyidikan yang telah dimulai sejak 27 Februari 2025.

Dalam perkembangan terbaru, penyidik KPK telah melakukan tindakan penggeledahan dan penyitaan aset yang diduga terkait dengan perkara tersebut. Penggeledahan dilakukan pada tanggal 15 dan 16 April 2025 di dua rumah milik salah seorang tersangka yang berlokasi di Jakarta Selatan dan Cirebon.

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menyampaikan bahwa pada penggeledahan tersebut, penyidik berhasil menyita empat jenis kendaraan, yaitu 1 unit Mitsubishi Pajero, 1 Toyota Innova Zenix Hybrid, 1 Avanza, dan 1 motor Yamaha XMAX. Kendaraan-kendaraan tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Bank BJB.

Lebih lanjut, Tessa mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan yang telah disita oleh penyidik KPK terkait kasus ini mencapai puluhan unit. “KPK menyampaikan bahwa terkait dengan penanganan perkara tersebut, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap 26 kendaraan bermotor,” jelasnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Bank BJB sejak 27 Februari 2025. Tessa menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan untuk menjerat pihak-pihak lain yang turut terlibat.

“Untuk diketahui, per tanggal 27 Februari 2025, penyidik KPK telah menetapkan lima tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang/jasa pada PT BPD Jawa Barat dan Banten untuk Tahun Anggaran 2019 s.d 2024. Proses penyidikan saat ini sedang berjalan, KPK akan mengembangkan perkara ini secara maksimal dan akan menjerat para pihak yang patut untuk dimintakan pertanggungjawaban pidananya,” tegas Tessa.

Dalam kasus ini, kerugian negara yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 222 miliar. KPK berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan memulihkan kerugian negara. Penyidikan yang sedang berjalan diharapkan dapat mengungkap lebih banyak fakta dan bukti terkait dugaan korupsi yang terjadi di Bank BJB.

Masyarakat tentunya mengharapkan agar kasus ini dapat segera diselesaikan dan pelaku-pelaku yang terlibat dapat diproses secara hukum. KPK telah menunjukkan komitmennya untuk memberantas korupsi di sektor publik, termasuk di lingkungan perbankan.

Selain itu, kasus ini juga menjadi sorotan bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola di sektor perbankan. Hal ini penting dilakukan guna mencegah terjadinya praktik korupsi serupa di masa mendatang.

Masyarakat diminta untuk tetap mengawal proses penyidikan dan menuntut adanya transparansi serta akuntabilitas dari pihak-pihak yang terlibat. Kerja sama antara KPK, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat memberantas korupsi secara efektif dan memulihkan kepercayaan publik terhadap sektor perbankan.