MALANG – Upaya pencarian 6 korban bencana alam tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek terus dilakukan oleh petugas SAR gabungan. Memasuki hari kedua pencarian, tim dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan telah mendapatkan titik terang keberadaan korban.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menjelaskan bahwa untuk membantu proses pencarian, setidaknya empat anjing pelacak dari BKSDA Malang dan Polda Jatim telah diterjunkan. “Ada beberapa perkembangan dalam proses pencarian hari ini. Yang pertama, bahwa anjing pelacak yang kita turunkan sudah mendeteksi 3 titik yang diduga lokasi korban,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah alat berat yang dikerahkan sejak pagi, dilaporkan sudah bisa mencapai titik utama lokasi longsor. Namun, pihaknya tetap harus memperhatikan pergerakan tanah di sekitar area tersebut. “Ini menjadi catatan kita untuk kita waspadai besok, supaya tidak timbul korban baru,” tambah Ridwan.
Terkait kendala yang dihadapi, Ridwan menegaskan bahwa lokasi yang diduga terdapat korban diperkirakan cukup dalam, mencapai 10 meter. Proses pencarian yang awalnya masih menggunakan alat manual, mulai besok akan dialihkan menggunakan 2 alat berat yang sudah sampai di lokasi. Selain itu, akan dikerahkan pula alat bantu semprot, menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan air di area longsor.
“Untuk besok seluruh perkuatan kita arahkan ke titik yang diduga terdapat korban yang tertimpa longsor,” jelas Ridwan.
Lebih lanjut, Ridwan menambahkan bahwa pemegang otoritas pencarian korban adalah tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Pihaknya meminta kepada masyarakat yang berkeinginan untuk membantu agar mendaftarkan diri secara resmi menjadi sukarelawan ke Basarnas.
“Kemudian untuk warga, kami himbau untuk tidak mendekati area tanah longsor karena masih ada pergerakan tanah. Karena justru membayarkan warga sendiri,” pungkas Ridwan.
Sementara itu, proses pencarian terus dilakukan dengan berbagai upaya untuk menemukan 6 orang korban bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Semoga upaya ini dapat segera membuahkan hasil dan menemukan korban yang masih hilang.
Kepala Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Bambang Sutrisno, turut mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan yang terus berupaya untuk menemukan korban. “Kami berharap korban dapat segera ditemukan, dan keluarga dapat segera memperoleh kepastian,” ungkapnya.
Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, telah menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar. Seluruh elemen masyarakat turut berduka dan berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil.
Pihak berwenang juga meminta warga untuk tidak mendekati area longsor karena masih terdapat pergerakan tanah yang dapat membahayakan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memberikan ruang bagi tim SAR gabungan dalam melakukan upaya pencarian.
Semoga dengan kerja keras dan kerjasama yang baik antara berbagai pihak, korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dan keluarga dapat memperoleh ketenangan. Bencana alam ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang.







