Bupati Malang Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Atasi Krisis Lingkungan dan Darurat Sampah

Malang, Zona Malang – – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan di tengah berbagai tantangan lingkungan yang semakin nyata. Hal itu disampaikan saat memberikan arahan pada Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya yang berlangsung bersamaan dengan Seminar Kedaerahan bertema “Tata Kelola Ruang Kota Malang dalam Menghadapi Krisis Lingkungan”, di Aula Universitas Katolik Widya Karya, Sabtu (20/12/2025) siang.

Acara yang dihadiri Ketua DPRD Kota Malang, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang beserta jajaran kepala perangkat daerah, Forkopimda Malang Raya, Presiden BEM Malang Raya, serta pengurus BEM se-Malang Raya ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan generasi muda.

Dari sudut pandang pembangunan daerah, pelantikan ini juga menandakan komitmen bersama dalam menghadapi isu lingkungan yang kian mendesak.

Dalam sambutannya, Bupati Sanusi berbagi pengalaman pribadi saat menempuh pendidikan di IAIN pada era 1980-an, di mana perjuangan sebagai mahasiswa menuntut tekad dan kerja keras yang luar biasa.

Ia menekankan bahwa semangat juang serta idealisme yang kuat adalah syarat utama agar mahasiswa mampu menjadi penentu masa depan bangsa.

“Mahasiswa harus memiliki semangat juang dan idealisme yang tinggi. Mereka adalah agen perubahan yang diharapkan bisa membawa perbaikan nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Bupati juga menyentil kondisi ironis di mana pembangunan daerah sering terhambat akibat pemotongan Pendapatan Asli Daerah (PAD) oleh pemerintah pusat.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran perangkat daerah, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, untuk membuka ruang kerja sama dengan mahasiswa agar ide-ide kreatif dan inovatif mereka dapat dimanfaatkan dalam pembangunan daerah.

Salah satu isu krusial yang disoroti adalah darurat sampah di Kabupaten Malang. Pemerintah daerah telah memulai langkah edukasi pemilahan sampah di sejumlah sekolah sebagai upaya awal menjaga lingkungan.

Namun, Bupati menegaskan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mempercepat solusi.

“Mahasiswa harus berani bergerak dan berperan nyata dalam menjaga serta memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar kita,” tegasnya.

Berkaca dari berbagai musibah banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Aceh, Bupati menuntut mahasiswa memiliki gagasan jelas dan keberanian bertindak konkret.

Ia menekankan pentingnya gerakan massal penanaman pohon disertai komitmen bersama untuk menjaga hutan dengan prinsip “dilarang tebang”.

“Pencegahan harus dimulai dari langkah nyata. Gerakan pelestarian lingkungan harus menjadi aksi kolektif agar banjir dan kerusakan alam lainnya tidak terus berulang,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, acara ini mencerminkan harapan besar terhadap generasi muda Malang Raya untuk tidak hanya menjadi pengamat, melainkan pelaku perubahan.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan mahasiswa, diharapkan isu lingkungan seperti darurat sampah dan tata kelola ruang kota dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.