Zona Malang – Pada Jumat, 26 Desember 2025, harga emas batangan Antam yang dijual melalui outlet Pegadaian menunjukkan variasi sesuai ukuran gramasi. Yang menonjol adalah semakin lebarnya spread antara harga jual dan harga pembelian kembali (buyback), khususnya pada emas dengan berat lebih tinggi, yang mencerminkan strategi penetapan margin oleh Pegadaian di tengah tingginya harga emas global.
Data terbaru dari Pegadaian mencatat, emas Antam 1 gram dijual seharga Rp2.849.000 per gram, sementara harga buyback hanya Rp2.433.000, sehingga selisih mencapai lebih dari Rp400.000. Untuk ukuran kecil lainnya, seperti 0,5 gram, harga jual Rp1.480.000 dengan buyback Rp1.216.000.
Pada segmen menengah, emas 5 gram dibanderol Rp13.998.000 (jual) dan Rp12.166.000 (buyback), sementara 10 gram Rp27.935.000 jual serta Rp24.333.000 buyback. Tren spread yang melebar semakin terlihat pada ukuran 25 gram dengan harga jual Rp69.699.000 dan buyback Rp60.534.000, serta 50 gram Rp139.310.000 jual versus Rp121.069.000 buyback.
Untuk emas berat besar, perbedaan harga semakin mencolok. Emas 100 gram dijual Rp278.534.000 dengan buyback Rp242.139.000, diikuti 250 gram Rp696.042.000 jual dan Rp602.367.000 buyback. Puncaknya pada 1 kilogram, yang mencapai harga jual Rp2.783.660.000 sementara buyback Rp2.409.468.000, menghasilkan selisih lebih dari Rp370 juta.
Pengamat pasar logam mulia menekankan bahwa pelebaran spread ini patut diwaspadai oleh calon investor. Fluktuasi harga emas dunia yang tinggi serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi, sehingga disarankan untuk merencanakan investasi jangka panjang guna memaksimalkan potensi keuntungan.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Stabil Jelang Akhir Tahun, Hanya Ukuran 5 Gram Naik Tipis
Sepanjang tahun 2025, harga emas dunia telah melonjak lebih dari 70%, mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak 1979, didorong oleh pembelian masif bank sentral global, arus masuk ke ETF emas, serta ketegangan geopolitik yang membuat emas semakin menjadi aset safe haven pilihan investor.
Pertimbangkan horizon investasi jangka panjang minimal 1-3 tahun untuk mengatasi spread yang lebar dan volatilitas harga, sehingga potensi apresiasi nilai emas bisa menutupi biaya awal. Selain itu, diversifikasikan portofolio dengan tidak hanya bergantung pada emas fisik, tapi juga opsi seperti tabungan emas digital di Pegadaian yang menawarkan spread lebih rendah dan kemudahan transaksi harian tanpa risiko penyimpanan.







