IDC Malang: Program Ramadan 2026 Pembelajaran Agama Inklusif

Islamic Disability Center Malang gelar program Ramadan 2026 inklusif untuk penyandang disabilitas, dengan metode adaptif dan biaya sukarela. Simak detail program dan tujuannya di artikel…

Zona Malang – Islamic Disability Center (IDC) Malang terus melakukan upaya memperluas akses pembelajaran agama Islam bagi penyandang disabilitas, dengan meluncurkan rangkaian program Ramadan 2026 yang diikuti sekitar 77 santri. Kegiatan ini berlangsung sepanjang Februari hingga awal Maret 2026 dan melibatkan peserta dari berbagai wilayah sekitar Kota Malang.

Santri yang mengikuti program berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari sekolah umum, sekolah luar biasa (SLB), hingga sekolah inklusi. Setiap peserta mendapatkan ruang belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan disabilitas masing-masing.

Pendiri IDC Malang, Resya Taufiqurrahman, mengungkapkan bahwa program pembelajaran agama untuk penyandang disabilitas telah berjalan sejak 2017. Pada awal pelaksanaan, jumlah peserta masih terbatas, namun seiring waktu jumlah santri terus bertambah dengan ragam disabilitas, seperti tuli, netra, grahita, dan daksa.

Kepala Divisi Program dan Kerja Sama IDC, Muhammad Fatih, menambahkan bahwa metode pembelajaran dirancang secara adaptif sesuai kondisi setiap santri. Santri dengan disabilitas netra menggunakan Al-Quran braille, sementara santri tuli mengikuti pembelajaran dengan bahasa isyarat yang dipandu oleh pengajar dari komunitas tuli.

“Santri tuli belajar bersama pengajar tuli, sehingga interaksi pembelajaran menggunakan bahasa isyarat,” ujar Fatih.

Kegiatan pembelajaran rutin dilaksanakan setiap Sabtu pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, dalam dua sesi yakni kajian Islam dan pembelajaran Al-Quran. IDC juga menerapkan sistem infak sukarela tanpa biaya wajib, mengingat sebagian besar santri berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

“Infak bersifat sukarela dan disesuaikan kemampuan wali santri agar semua tetap bisa mengakses pembelajaran agama,” tambahnya.

Selama periode program Ramadan 2026, IDC menyelenggarakan lima program utama. Pertama adalah DisClass (Disability Class), forum peningkatan kapasitas bagi pengurus dan pengajar melalui pembelajaran metode pendidikan disabilitas dari para pakar.

Kedua adalah Ramadan Bersama Disabilitas, yang membuka ruang interaksi antara masyarakat umum dengan santri IDC. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembelajaran Al-Quran sekaligus berinteraksi dalam suasana kebersamaan yang hangat.

Ketiga adalah Ramadan Camp, kegiatan pondok Ramadan selama tiga hari yang melatih santri menjalani ibadah secara mandiri. Kegiatan ini mencakup sahur, tahajud, hingga aktivitas keagamaan lainnya, termasuk pengalaman interaksi lintas disabilitas dan praktik memanah.

Keempat adalah Kajian Inklusif Madinah (KIM), yang menyasar penyandang disabilitas muslim dewasa, orang tua, guru, serta komunitas terkait untuk memperkuat pemahaman keislaman.

Kelima adalah program sosial Ramadhan Berbagi Nikmat (Rabbani), berupa penyaluran bingkisan kepada masyarakat membutuhkan, termasuk anak-anak disabilitas di Kota Malang.

Melalui rangkaian program tersebut, IDC berharap nilai-nilai Ramadan seperti semangat belajar, berbagi, dan kepedulian terhadap sesama dapat terus berlanjut. Selain itu, lembaga ini juga ingin memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang inklusif bagi penyandang disabilitas di wilayah Malang dan sekitarnya.