Ratusan Mahasiswa Kedokteran Hewan UB Siap Jadi Pemeriksa Hewan Kurban Idul Adha 2026

Universitas Brawijaya melepas 941 mahasiswa kedokteran hewan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban Idul Adha 1447 H di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali.

Tugas Selama Tiga Minggu

Dekan FKH UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M.Biotech., AP.Vet., menegaskan bahwa mahasiswa yang bertugas wajib berada di lapangan selama tiga minggu penuh. Periode penugasan dimulai sebelum hari penyembelihan hingga hari-hari tasyrik setelah Idul Adha.

Selama periode tersebut, para petugas melakukan dua jenis pemeriksaan utama. Pertama adalah pemeriksaan ante mortem, yaitu pengecekan kondisi hewan sebelum disembelih. Kedua adalah pemeriksaan post mortem yang dilakukan setelah penyembelihan untuk memastikan daging layak konsumsi.

“Pemeriksaan ini bertujuan memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar ASUH—Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” tegas drh. Dyah.

Implementasi Konsep Merdeka Belajar

Drh. Dyah juga menekankan bahwa penugasan ini merupakan implementasi nyata dari konsep Merdeka Belajar. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi langsung terjun ke masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata.

“Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari lapangan dan memberikan dampak positif kepada masyarakat. Selain sebagai bentuk ibadah, ini juga pengabdian kepada profesi,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program ini mencerminkan konsep living laboratory yang menjadi ciri khas pendidikan tinggi modern.

“Kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi laboratorium hidup bagi universitas,” kata Prof. Widodo.

Perlengkapan dan Persiapan

Dalam acara pelepasan, mahasiswa secara simbolis menerima perlengkapan kerja berupa jas laboratorium, name tag, stetoskop, dan pisau pemeriksaan. Perlengkapan ini akan digunakan selama masa penugasan di lapangan.

Persiapan yang matang diharapkan dapat membekali mahasiswa dalam menjalankan tugas dengan profesional dan bertanggung jawab.