Stok Darah Jadi Perhatian, 50 Personel Polresta Malang Kota Ikut Donor Massal di PMI

Sebanyak 50 personel Polresta Malang Kota mengikuti donor darah massal di UDD PMI Kota Malang untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah masyarakat.

Zona Malang, MALANG – Upaya menjaga ketersediaan darah bagi pasien di Malang Raya mendapat dukungan dari jajaran Polresta Malang Kota. Sebanyak 50 personel kepolisian mendatangi Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Malang di Jalan Buring, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Selasa (18/8/2026), untuk mengikuti donor darah massal.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut terbuka untuk masyarakat umum. UDD PMI Kota Malang menargetkan sekitar 200 pendonor dalam rangkaian kegiatan tersebut, sementara kehadiran puluhan anggota kepolisian menjadi bagian dari dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah.

Sebelum darah diambil, seluruh calon pendonor harus melewati pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Prosedur itu dilakukan untuk memastikan kondisi peserta memenuhi persyaratan sekaligus menjamin darah yang dikumpulkan dapat diproses lebih lanjut oleh PMI.

Tahapannya meliputi registrasi dan pendataan calon pendonor, pemeriksaan kondisi kesehatan, pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin atau Hb, serta penilaian kondisi umum. Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan baru dapat mengikuti proses pengambilan darah.

Darah yang berhasil dikumpulkan juga tidak langsung didistribusikan kepada pasien. PMI terlebih dahulu melakukan proses pemeriksaan dan pengolahan sesuai dengan prosedur pelayanan transfusi darah sebelum dapat digunakan untuk kebutuhan medis.

Kasidokkes Polresta Malang Kota dr Wiwin Indriani mengatakan, keterlibatan personel dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial sekaligus rangkaian memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

“Selain bentuk pengabdian dan kepedulian personel Polresta Malang Kota, donor darah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia,” ujar Wiwin.

Menurutnya, keterlibatan anggota kepolisian diharapkan ikut membantu menjaga ketersediaan stok darah yang sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.

“Keterlibatan personel Polresta Malang Kota mengikuti donor darah menjadi bagian dari dukungan serta upaya memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat,” katanya.

Libatkan Personel dari Berbagai Satuan

Lima puluh personel yang mengikuti kegiatan tidak hanya berasal dari satu bagian. Peserta terdiri dari Kapolresta Malang Kota, pejabat utama, anggota dari sekitar 20 satuan fungsi, hingga perwakilan personel dari lima polsek jajaran.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo P.S. turut hadir sekaligus mengikuti kegiatan. Rombongan Polresta Malang Kota disambut Ketua PMI Kota Malang Imam Buchori.

Danang mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk pengabdian kepolisian yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di luar tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

“Keikutsertaan donor darah bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat. Tujuan utama kami ingin ikut membantu memenuhi kebutuhan darah sekaligus menumbuhkan kepedulian dan semangat kemanusiaan di lingkungan personel,” ujar Danang.

Ia menilai kebutuhan darah merupakan persoalan yang memerlukan keterlibatan banyak pihak. Darah dibutuhkan dalam berbagai kondisi medis, sehingga ketersediaannya perlu terus dijaga melalui partisipasi masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai pendonor.

Keterlibatan personel dari berbagai satuan juga diharapkan dapat mendorong kebiasaan donor darah secara sukarela dan berkelanjutan, tidak hanya ketika terdapat kegiatan dalam momentum tertentu.

Jadi Bagian Rangkaian HUT UDD PMI Kota Malang

Donor massal tersebut juga digelar dalam rangkaian peringatan HUT UDD PMI Kota Malang. Momentum itu digunakan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam membantu menjaga persediaan darah di wilayah Malang.

Kolaborasi antara PMI dan kepolisian dalam kegiatan kemanusiaan bukan semata-mata berorientasi pada jumlah peserta. Kehadiran personel Polri juga diharapkan dapat memberikan dorongan kepada masyarakat agar tidak ragu menjadi pendonor apabila kondisi kesehatannya memungkinkan.

Ketersediaan darah menjadi penting karena kebutuhan transfusi dapat muncul sewaktu-waktu, baik untuk pasien yang menjalani tindakan medis maupun mereka yang berada dalam kondisi darurat.

Karena itu, setiap kantong darah yang diperoleh dari pendonor akan melalui pemeriksaan sebelum nantinya disiapkan untuk memenuhi permintaan dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Bagi Polresta Malang Kota, aksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan penegakan hukum.

Kegiatan serupa dinilai dapat menjadi ruang kolaborasi antara lembaga pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dalam menyelesaikan kebutuhan sosial yang memerlukan keterlibatan bersama.

Polresta Malang Kota berharap partisipasi 50 personelnya dapat membantu pencapaian target pendonor sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya ketersediaan darah.

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian ingin menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, mulai menjaga keamanan hingga berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh pasien yang membutuhkan transfusi.