Zona Malang – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menunjukkan respons cepat dalam membantu proses evakuasi para korban dua pesawat tempur EMB-314 Super Tucano milik Skadron Udara 21 Lanud Abdurrachman Saleh yang mengalami kecelakaan di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo. Dengan kerjasama yang baik antara berbagai pihak, keempat korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke RS AURI Malang.
Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto, menyampaikan bahwa keberhasilan evakuasi ini tak lepas dari sinergi lintas elemen masyarakat dengan Pemerintah Daerah. Selain melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, dan relawan, warga setempat juga turut membantu. TNI dan Polri juga aktif bahu-membahu bersama masyarakat di lokasi kejadian, mulai dari pencarian korban hingga proses evakuasi menuju RS AURI Malang untuk otopsi.
“Dalam menghadapi musibah jatuhnya dua pesawat TNI AU di wilayah Kabupaten Pasuruan, keterlibatan Pemkab Pasuruan sangat besar, melibatkan seluruh elemen penanggulangan bencana, terutama BPBD, Tagana, dan relawan. Evakuasi dilakukan oleh kawan-kawan dari BPBD dan para relawan,” ungkap Pj. Bupati Andriyanto.
Oleh karena itu, Pj. Bupati Andriyanto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta dalam upaya evakuasi para korban. Dia juga menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan yang menimpa dua pesawat dengan nomor ekor TT-3111 dan TT-3103, yang merenggut nyawa Letkol Pnb. Sandhra Gunawan, Kolonel Adm. Widiono, Mayor Pnb. Yuda A. Seta, dan Kolonel Pnb. Subhan.
“Berkat respons cepat masyarakat Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Desa, dan Kecamatan, keempat korban telah dievakuasi. Pada malam hari ini, mereka sudah dibawa menggunakan ambulance Puskesmas Tosari dan langsung diantar ke RS AU Malang untuk diotopsi serta diserahkan kepada keluarga korban. Total 4 korban meninggal di kedua pesawat, masing-masing 2 awak,” tambahnya kepada Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Didampingi oleh Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, dan Dandim 0819 Pasuruan, Pj. Bupati Andriyanto memastikan bahwa tidak ada korban dari masyarakat sipil. Dia juga memberikan informasi terkini mengenai proses evakuasi korban menuju RS TNI AU Abdulrahman Saleh, Malang.
“Tidak ada korban dari masyarakat dalam musibah ini. Keempat perwira yang gugur dari kedua pesawat sudah ditemukan. Sekitar jam 5 sore tadi, dua jenazah sudah sampai di RS AURI. Disusul kemudian jam 19.45 WIB, dua jenazah berikutnya sudah masuk ke ambulance, bergerak dari Penanjakan Tosari dan menuju ke Malang,” paparnya pada Kamis (16/11/2023) malam.
Sebagai penutup, Pj. Bupati Andriyanto menggambarkan situasi terakhir di lokasi kecelakaan kedua pesawat tempur milik TNI AU. Dia juga menyoroti upaya pengamanan puing-puing reruntuhan pesawat yang dilakukan oleh AURI untuk mencegah potensi bahaya bagi masyarakat yang datang ke lokasi.***







