Ali Rifki Terpilih Sebagai Koordinator Presidium Aremania: Sebuah Langkah Baru untuk Arema FC

Zona Malang – Dalam Musyawarah Nasional Aremania yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu, 1 Juni 2024, Ali Rifki, mantan manajer Arema FC, terpilih sebagai Koordinator Presidium Aremania dengan raihan suara terbanyak. Ali memperoleh 150 suara, mengalahkan delapan kandidat lainnya dan akan memimpin Presidium Aremania selama dua tahun ke depan.

Proses Pemilihan dan Hasilnya

Pemilihan kali ini diikuti oleh beberapa kandidat dengan hasil akhir sebagai berikut:

  • Ali Rifki: 150 suara
  • Sam Teddy: 117 suara
  • Sam Emprit: 26 suara
  • Sam Simon: 22 suara
  • Sam Inos: 9 suara
  • Sam Bagus: 6 suara
  • Sam Anwar: 5 suara
  • Sam Rudi: 1 suara
  • Mbak Septiana: 0 suara

Dengan perolehan suara terbanyak, Ali Rifki resmi dinyatakan sebagai Koordinator Presidium oleh Pimpinan 1 Sidang Munas Aremania, Syahrul Sajidin. “Dengan ini, Ali Rifki menjadi Koordinator Presidium Aremania dengan raihan terbanyak 150 suara. Presidium ini akan menjabat selama dua tahun sejak dikukuhkan,” jelas Syahrul.

Komitmen dan Visi Ali Rifki

Ali Rifki menekankan bahwa kemenangan ini bukanlah milik pribadi melainkan kemenangan bersama seluruh anggota Aremania. Ia menegaskan pentingnya menjaga amanah dari koordinator wilayah (korwil) dan komunitas yang telah memilihnya. “Ini bukan kemenangan pribadi, ini kemenangan bersama, karena kita sepakat tidak ada yang saling berkompetisi. Kita saling merangkul,” ujar Ali Rifki yang hadir dengan kemeja putih.

Dalam pernyataannya, Ali juga menegaskan perlunya kebersamaan dalam memperkuat Aremania. “Nanti tugasnya Sam Teddy untuk bersama-sama saya, kita guyubkan Malang Raya ini untuk biar kuat, lebih bermartabat, dan jadi suporter yang menorehkan sejarah lagi,” tambahnya.

Rencana dan Program Kerja

Sam Teddy, yang berada di posisi kedua dalam pemilihan dengan 117 suara, menegaskan pentingnya penyusunan program kerja yang terstruktur. Menurutnya, Presidium harus memiliki skala prioritas yang jelas dalam menjalankan tugas-tugasnya. “Jadi, pertama kita berpikir skala prioritas. Apa sih yang harus dikerjakan Arema,” kata Sam Teddy, perwakilan dari Lawang.

Latar Belakang Ali Rifki

Ali Rifki dikenal sebagai sosok yang memiliki pengalaman dalam mengelola Arema FC. Ia menjabat sebagai manajer klub pada musim 2021/2022 sebelum akhirnya mengundurkan diri menyusul Tragedi Kanjuruhan. Posisi manajer kemudian diisi oleh Wiebie Dwi Andriyas, pemilik klub NZR Sumbersari.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan terpilihnya Ali Rifki sebagai Koordinator Presidium, harapan besar disematkan untuk masa depan Aremania. Kepemimpinannya diharapkan mampu membawa perubahan positif, meningkatkan solidaritas, dan memperkuat posisi Arema FC dalam dunia sepak bola Indonesia. Ali Rifki dan timnya di Presidium memiliki tugas berat untuk menyusun program kerja yang efektif dan mengatur prioritas yang tepat demi kemajuan Arema FC.

Pemilihan ini juga menunjukkan pentingnya demokrasi dalam organisasi suporter, di mana suara setiap anggota dihargai dan memiliki peran dalam menentukan arah dan kepemimpinan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjaga amanah, Aremania diharapkan dapat terus menjadi suporter yang solid dan berkontribusi positif bagi klub kebanggaan mereka.

Musyawarah Nasional Aremania kali ini menjadi tonggak sejarah baru bagi komunitas suporter Arema FC, dengan terpilihnya Ali Rifki sebagai pemimpin yang siap membawa perubahan dan meningkatkan prestasi Arema FC di kancah nasional. Kepemimpinan Ali Rifki akan menjadi ujian bagi kesolidan dan kekompakan Aremania dalam menghadapi tantangan dan meraih keberhasilan di masa depan.