Atlet Panahan Tradisional Malang Ukir Prestasi di FORDA II Jatim, Official: Perjuangan di Tengah Cuaca Ekstrem

Kontingen Kota Malang berhasil menambah pundi-pundi medali pada ajang FORDA II Jatim melalui prestasi gemilang para atlet Inorga Fespati (Federasi Seni Panahan Tradisional). Meski dihadapkan…

Zona Malang, Malang – Kontingen Kota Malang berhasil menambah pundi-pundi medali pada ajang FORDA II Jatim melalui prestasi gemilang para atlet Inorga Fespati (Federasi Seni Panahan Tradisional). Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem, para pemanah tradisional ini mampu membuktikan ketangguhan mereka di arena kompetisi.

Ayu Wuryan menjadi bintang kontingen Malang dengan meraih medali emas di kategori jenor Individu HB dewasa putri. Sementara itu, Dasha Miftakul Huda menyumbangkan medali perunggu di kategori jenor HBU-12 putra. Tak ketinggalan, Khaulah El Kindy Putri Alleut turut menyumbang medali perak dalam kategori eksibisi.

Aditya, Official Inorga Fespati Kota Malang, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tim. “Raihan prestasi ini sungguh luar biasa, meskipun belum sepenuhnya memenuhi target yang kami tetapkan,” ujarnya kepada Merdeka.com.

Namun, perjalanan menuju podium tidak selalu mulus. Aditya mengakui adanya kendala mental yang menyebabkan beberapa atlet andalan gugur di babak 8 besar. “Dari tiga jenor yang menjadi andalan kami, banyak yang harus tersingkir di babak 8 besar, terutama di kategori dewasa putra individu, U-12 putra dan putri. Faktor mental menjadi penyebab utama,” jelasnya.

Cuaca ekstrem juga menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet. “Karena musim hujan, faktor cuaca menjadi pertimbangan serius. Pada hari pertama, kompetisi sempat terhenti selama satu jam akibat hujan deras. Namun, alhamdulillah kami tetap bisa meraih medali emas di jenor dewasa putri,” Aditya menambahkan.

Prestasi membanggakan juga datang dari kategori U-12 putra, di mana kontingen Malang berhasil menyabet medali perunggu setelah bersaing ketat dengan kontingen Surabaya. “Meski hanya mendapatkan perunggu, kami sangat bersyukur. Persaingan di kategori ini sangat ketat,” ungkap Aditya.

FORDA II Jatim kali ini menjadi ajang munculnya bakat-bakat baru dalam dunia panahan tradisional. “Banyak juara baru yang lahir dari event ini, tidak hanya dari Surabaya dan Sidoarjo, tapi juga dari Kota Malang sendiri. Juara U-12 kami, misalnya, tergolong atlet baru,” jelas Aditya.

Lebih jauh, Aditya menyoroti perkembangan positif Inorga Fespati secara keseluruhan. “Dapat dilihat dari hasil FORDA II ini, perolehan medali hampir merata di beberapa kontingen, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang, Bojonegoro, Kota Batu, dan Pamekasan. Ini menunjukkan perkembangan yang seimbang di berbagai daerah,” tutupnya.

Keberhasilan kontingen Malang di ajang FORDA II Jatim ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet panahan tradisional lainnya. Dengan semangat juara dan dukungan yang terus meningkat, Inorga Fespati Kota Malang optimis dapat terus mengukir prestasi di kompetisi-kompetisi mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Malang, yang dihubungi Merdeka.com melalui telepon, menyambut baik prestasi ini. “Kami sangat mengapresiasi perjuangan para atlet panahan tradisional Kota Malang. Prestasi ini membuktikan bahwa Malang memiliki potensi besar dalam olahraga tradisional,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus mendukung pengembangan olahraga panahan tradisional. “Ke depannya, kami berencana untuk meningkatkan fasilitas latihan dan memberikan dukungan lebih bagi para atlet, termasuk program pembinaan yang lebih intensif,” tambahnya.

Para atlet yang berhasil meraih medali juga membagikan pengalaman mereka. Ayu Wuryan, peraih medali emas, mengungkapkan, “Persaingan sangat ketat, tapi saya bersyukur bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Malang. Cuaca memang menjadi tantangan, tapi justru hal itu yang membuat kami semakin terpacu untuk berprestasi.”

Dasha Miftakul Huda, peraih medali perunggu di kategori U-12, menambahkan, “Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya. Meski baru pertama kali ikut kompetisi sebesar ini, saya bisa membawa pulang medali. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik untuk karier saya ke depannya.”

Kesuksesan Inorga Fespati Kota Malang di FORDA II Jatim ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai olahraga tradisional Indonesia. Dengan dukungan dari berbagai pihak, panahan tradisional berpotensi menjadi salah satu cabang olahraga unggulan yang dapat mengharumkan nama Kota Malang di kancah nasional maupun internasional.