KOTA MALANG – PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) telah mengambil langkah tegas dengan melayangkan somasi kepada Arema Indonesia terkait penggunaan nama “Arema”. Tindakan ini sudah dilakukan dua kali, pada 12 dan 24 Desember 2024, menandakan keseriusan PT AABBI dalam menjaga hak atas nama yang sudah terdaftar secara resmi.
Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto, menjelaskan bahwa somasi ini tidak hanya ditujukan kepada Arema Indonesia. Beberapa organisasi dan klub lain seperti ASPROV PSSI Jawa Timur, Akademi Arema Ngunut, dan SSB Putra Arema juga menerima somasi serupa. Langkah ini diambil untuk melindungi identitas dan integritas nama Arema di dunia sepakbola Indonesia.
Merespons somasi tersebut, ASPROV PSSI Jawa Timur telah mengambil tindakan konkret dengan menghapus nama klub anggotanya di kompetisi Liga 4. Contohnya, Arema Indonesia kini berganti nama menjadi XXXXX Indonesia, seperti yang terlihat di situs resmi mereka. Ini menunjukkan bahwa ada respons positif terhadap tuntutan legal yang diajukan oleh PT AABBI.
“Sebagai pemegang sah nama Arema yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, kami memiliki hak untuk melindungi nama tersebut agar tidak digunakan secara sembarangan,” ungkap Adi. Dia menegaskan bahwa legalitas nama tercatat dengan nomor IDM00065610 sejak 20 September 2019, dan ini menjadi dasar hukum bagi tindakan mereka.
Meskipun langkah hukum telah dilakukan, hingga saat ini Arema Indonesia belum memberikan respons terhadap somasi yang dikirimkan. Adi menyebutkan bahwa Akademi Arema Ngunut dan SSB Putra Arema telah menyatakan kesediaan untuk mengubah nama mereka. Akademi Ngunut mengirimkan balasan pada 17 Desember 2024, sedangkan SSB Putra Arema merespons pada 19 Desember 2024, menunjukkan bahwa mereka menghormati keputusan PT AABBI.
Sementara itu, somasi kedua juga dilayangkan kepada ASPROV PSSI Jatim, menjadi peringatan untuk anggotanya agar tidak lagi menggunakan nama Arema di Liga 4. “Kami harus melindungi nama Arema demi menjaga citra dan reputasi sebagai tim profesional. Ini adalah kewajiban kami,” tegas Adi.
Kepemilikan nama Arema juga dapat dilacak melalui Pangkalan Data Kekayaan Intelektual, di mana PT AABBI terdaftar sebagai pemegang lisensi Arema hingga 2027. Dalam dunia sepakbola yang semakin berkembang, nama memiliki nilai yang sangat penting, sehingga PT AABBI berkomitmen untuk menegakkan hak intelektualnya.
“Dukungan dari stakeholders dan para pendukung Arema FC sangat kami harapkan. Proses ini bukan hanya tentang legalitas, tetapi juga tentang menjaga reputasi dan nama baik tim,” tutup Adi. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya PT AABBI dalam memberikan perlindungan terhadap identitas Arema dan memastikan prestasi tim tetap berada di jalur yang benar.







