Skandal di Balik Finis Arema FC di Papan Tengah

MALANG, Zona Malang – Arema FC Kembali Menelan Kekalahan di Kandang Sendiri, Stadion KanjuruhanSetelah hampir tiga tahun tidak bermain di Stadion Kanjuruhan, kandang milik Pemkab Malang, Arema FC justru tidak mampu meraih kemenangan.Dari tiga pertandingan terakhir yang digelar di stadion tersebut, Singo Edan harus menelan dua kekalahan beruntun.Pada pekan ke-32 Liga 1 musim 2024/2025, Arema FC menjamu Persik Kediri dan harus menerima kekalahan dengan skor telak 3-0.Kemudian, di pekan ke-34, Semen Padang juga berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor 2-0.Menariknya, kedua kemenangan tersebut sangat berarti bagi Persik Kediri dan Semen Padang. Bagi Persik Kediri, kemenangan itu mampu menyelamatkan mereka dari ancaman degradasi.Sebelum pertandingan, Persik Kediri hanya mengumpulkan 37 poin dan berada di zona degradasi.Namun, setelah menang 3-0 dari Arema FC, Persik Kediri langsung berada di zona aman dengan 40 poin.Sementara bagi Semen Padang, kemenangan atas Arema FC di pekan ke-34 secara otomatis membuat mereka tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.Bahkan, kekalahan Arema FC tersebut juga membuat dua tim lainnya yang menjadi pesaing Semen Padang, PSS Sleman dan Barito Putera, langsung terdegradasi.Padahal, di babak pertama, Arema FC mampu menahan imbang Semen Padang yang menginginkan tiga poin untuk bertahan di Liga 1.Bahkan, Semen Padang harus menunggu hingga menit ke-82 untuk bisa mencetak gol pertama mereka melalui Felipe Chaby.Setelah itu, Arema FC melancarkan serangan-serangan untuk mencari gol penyeimbang, namun alih-alih mencetak gol, gawang Arema FC justru kebobolan lagi di menit ke-90+4 melalui counter-attack yang efektif oleh Muhamad Ridwan.Pelatih Arema FC, Jose Manuel Gomes da Siva atau yang akrab disapa Ze Gomes, mengakui bahwa timnya gagal memanfaatkan peluang-peluang yang tercipta.Menurutnya, perbedaan antara Arema FC dan Semen Padang adalah Semen Padang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan.”Kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Semen Padang juga. Tapi perbedaannya adalah kami tidak efektif. Semen Padang lebih bisa memanfaatkan peluang yang mereka punya untuk bikin dua gol ke gawang Arema FC. Sementara, kami tidak bisa memaksimalkan peluang tersebut,” tegas Ze GomesDengan dua kekalahan beruntun di Stadion Kanjuruhan, target Ze Gomes untuk mengakhiri kompetisi dengan koleksi 50 poin, gagal total.Bahkan, Arema FC hanya mampu meraih 47 poin dari 34 pertandingan, sehingga gagal berada di papan atas dan hanya menempati peringkat ke-10 di akhir kompetisi.Iksan Lestaluhu, yang mewakili pemain Arema FC dalam sesi jumpa pers, meminta maaf kepada suporter karena belum bisa meraih tiga poin di kandang sendiri.Ia mengakui bahwa semua pemain sudah bekerja keras, namun hasil akhirnya memang tidak sesuai harapan.”Saya mewakili pemain meminta maaf, karena belum bisa meraih tiga poin di kandang. Semua pemain sudah bekerja keras. Tapi begitulah hasilnya, kita tidak pernah tahu,” ujar Iksan Lestaluhu.Dengan dua kekalahan beruntun di Stadion Kanjuruhan, Arema FC harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal mencapai target yang telah ditetapkan di awal musim.Namun, pelatih Ze Gomes dan pemain Arema FC tetap berkomitmen untuk terus bekerja keras dalam sisa pertandingan kompetisi.