MALANG, Zona Malang – Kabar membanggakan datang dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur! Cabang olahraga (Cabor) Hapkido telah memulai pertandingannya dengan gemilang di GOR Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Senin (9/6/2025). Ketua Koni Jatim, Muhammad Nabil, secara resmi membuka perhelatan yang akan berlangsung selama dua hari ini, hingga Selasa (10/6/2025). Sorak sorai dukungan menggema di arena pertandingan, menandai dimulainya persaingan sengit antar atlet Hapkido terbaik dari seluruh penjuru Jawa Timur. Semangat sportivitas dan harapan akan meraih prestasi tertinggi terpancar dari wajah para peserta, menjadikan ajang ini sebagai momentum penting dalam pengembangan Hapkido di tingkat provinsi.
Dominasi Kota Malang di Nomor Seni Hapkido
Pertandingan Hapkido dibuka dengan nomor Hyung Individu Putra (seni), di mana atlet kebanggaan Kota Malang, Yogi Afdel Saputra, berhasil menunjukkan performa terbaiknya dan meraih medali emas. Yogi sukses mengungguli Alfa Maulana dari Kota Probolinggo yang harus puas dengan medali perak, serta Hafiz Usman dari Kabupaten Ngawi yang meraih medali perunggu. Kemenangan Yogi ini menjadi awal yang manis bagi kontingen Kota Malang, memicu semangat juang para atlet lainnya untuk meraih hasil serupa. Penampilan Yogi yang memukau berhasil memukau para juri dan penonton, membuktikan bahwa Kota Malang memiliki bibit-bibit atlet Hapkido yang potensial.
Tak berhenti di situ, dominasi Kota Malang terus berlanjut di nomor Hyung Individu Putri, dengan Ngasiatun Solikah yang tampil memukau dan berhasil meraih medali emas. Ngasiatun berhasil mengalahkan Zuraida Risma Adianto dari Banyuwangi yang meraih medali perak, serta Ineke Zahra A dari Lumajang yang meraih medali perunggu. Keberhasilan Ngasiatun ini semakin mengukuhkan posisi Kota Malang sebagai kekuatan utama dalam cabang olahraga Hapkido di Jawa Timur. Dengan gerakan yang anggun dan presisi, Ngasiatun berhasil memikat hati para penonton dan membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi akan membuahkan hasil yang manis.
Si Kembar Sumbang Emas, Kota Malang Semakin Tak Terbendung
Gelombang kemenangan Kota Malang terus berlanjut dengan diraihnya medali emas ketiga dari nomor Hoshinsul Autorize Putra oleh si kembar Racka Agustian S dan Ricky Agustian S. Kekompakan dan sinkronisasi gerakan yang luar biasa dari si kembar ini berhasil mengungguli pasangan Syahputra Bayuangga-Alfa Maulana Ibrahim dari Kota Probolinggo yang meraih medali perak, serta pasangan Jibril M Fahri-Ahmad Syauqi M dari Sidoarjo yang meraih medali perunggu. Kehadiran si kembar di arena pertandingan menjadi daya tarik tersendiri, dengan penampilan mereka yang memukau dan berhasil menghibur para penonton.
Tak mau kalah dengan atlet putra, pasangan Ngasiatun Solikah-Widi Ulung Setya Mukti kembali menyumbangkan medali emas untuk Kota Malang dari nomor Hoshinsul Autorize Putri. Mereka berhasil mengungguli pasangan Bulan Sakhila Almira-Zuraida Risma dari Banyuwangi yang meraih medali perak, serta Zohratul Afiqah-Selvi Anjani Putri dari Kota Mojokerto yang meraih medali perunggu. Keberhasilan Ngasiatun Solikah meraih dua medali emas dalam ajang ini semakin membuktikan kualitasnya sebagai atlet Hapkido yang berprestasi.
Sapu Bersih Emas Nomor Seni, Peluang Emas Masih Terbuka Lebar
Pesta emas Kota Malang belum usai! Pasangan Widi Ulung Setya Mukti-I Gusti Ayu Putu Jessica Filova D berhasil meraih medali emas kelima dari nomor Hoshinsul Freestyle. Mereka mengungguli pasangan dari Banyuwangi, Bulan Sakhila Almira-Alvino Dwi Ananta (perak), dan Sylvia Echa Dinirum-Ukassyah Al Atsary dari Lumajang (perunggu). Dengan raihan 5 medali emas ini, kontingen Hapkido Kota Malang berhasil menyapu bersih seluruh medali emas yang diperebutkan di nomor seni. Namun, perjuangan belum berakhir, karena kontingen Kota Malang masih berpeluang menambah pundi-pundi emas dari nomor Dariyun (tanding).
Pelatih Hapkido Kota Malang, Fandy, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian gemilang para atletnya. “Alhamdulillah, sampai pukul 12 lebih ini, kita sudah meraih 5 emas. Ini semua berkat ketekunan para atlet berlatih. Semoga, raihan emas Hapkido ini bisa menjadi pemacu semangat cabor lain untuk meraih emas sebanyak- banyaknya,” jelasnya dengan penuh semangat. Fandy juga menambahkan bahwa target Hapkido Kota Malang tidak hanya 5 emas, tetapi meraih emas sebanyak-banyaknya. “Semoga di nomor tanding kami mampu meraih medali emas sebanyak-banyaknya,” ujarnya, menunjukkan optimisme yang tinggi.
Latihan Keras dan Disiplin Jadi Kunci Sukses
Yogi Afdel Saputra, peraih emas pertama Kota Malang, mengungkapkan rasa senang dan syukurnya atas keberhasilan yang diraih. “Kami yakin latihan keras dan disiplin tidak akan mengingkari hasil,” ungkap Yogi dengan penuh keyakinan. Menurut Yogi, para atlet Hapkido Kota Malang telah menjalani latihan intensif sehari dua kali, pagi dan sore, selama 6 hari dalam seminggu. Dedikasi dan kerja keras inilah yang menjadi kunci sukses mereka dalam meraih prestasi di ajang Porprov IX Jatim.
Hadi Susanto (Binpres Koni Kota Malang) didampingi Bambang Anjar S (Pemonev) serta pengurus lain seperti Hariyadi, Urip Mardianto, Agus Sunyoto, Reza Setyawan, Tavip Doyo Sartono serta Eka Nurcahyo, turut hadir memberikan dukungan penuh kepada para atlet Hapkido Kota Malang. “Alhamdulilah, berkat support dari para pengurus, atlet Hapkido Kota Malang mampu sapu bersih lima emas nomor seni,” ujar Hadi Susanto, mengapresiasi kerja keras para atlet dan dukungan yang diberikan oleh para pengurus. Dukungan moral dan motivasi dari para pengurus Koni Kota Malang menjadi tambahan semangat bagi para atlet untuk memberikan yang terbaik bagi daerahnya.
Semoga semangat juang dan prestasi gemilang para atlet Hapkido Kota Malang ini dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet lainnya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Dukungan dari seluruh masyarakat Kota Malang tentunya akan menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus mengharumkan nama daerah di kancah olahraga provinsi, nasional, maupun internasional.







