MALANG – Arema FC tengah berbenah mempersiapkan diri untuk mengarungi Liga 1 musim 2025/2026. Pasca berakhirnya kompetisi musim lalu pada 24 Mei 2025, tim berjuluk Singo Edan ini langsung ditinggalkan empat pemain asingnya. Kondisi ini membuat manajemen klub bergerak cepat mencari pengganti untuk mengisi kekosongan tersebut. Fokus utama saat ini adalah menemukan pemain asing berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Dari delapan pemain asing yang memperkuat Arema FC musim lalu, hanya empat yang dipastikan akan tetap berseragam Singo Edan. Mereka adalah Lucas Frigeri, Thales Lira, Julian Guevara, dan Dalberto Luan Belo. Keempat pemain ini dinilai memiliki kontribusi positif dan sesuai dengan skema yang diinginkan pelatih. Mereka akan menjadi tulang punggung tim dalam mengarungi kompetisi musim depan.
Kehilangan empat pemain asing tentu menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen Arema FC. Charles Lokolingoy memilih hijrah ke Liga Korea Selatan, Wiliam Marcilio dan Choi Bo-kyung kontraknya tidak diperpanjang. Sementara Pablo Oliveira terpaksa dicoret karena mengalami cedera lutut parah yang membutuhkan waktu pemulihan lama. Situasi ini memaksa Arema FC untuk aktif di bursa transfer pemain asing.
General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan strategi transfer pemain asing yang akan ditempuh timnya. Ia menjelaskan bahwa manajemen akan memprioritaskan pemain asing yang sudah berpengalaman bermain di Liga 1. Tujuannya agar pemain tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan kultur sepak bola Indonesia. Pengalaman bermain di Liga 1 dianggap sebagai nilai tambah bagi pemain asing yang diincar.
Namun, Inal, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa tidak semua pemain asing yang pernah bermain di Liga 1 akan direkrut. Manajemen akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kualitas pemain dan kesesuaian dengan anggaran tim. “Misal ada pemain asing bagus dan sudah pernah bermain di Liga 1. Tapi nilai kontraknya tidak masuk di budget. Diutak-atik pun, budgetnya tidak masuk. Kita tidak akan memaksa. Harus cari yang lain,” tegas Inal.
Inal menambahkan bahwa timnya juga membuka peluang untuk merekrut pemain asing baru yang belum pernah bermain di Liga 1. “Kelemahannya memang cuma modal dari video rekaman. Tapi, bisa juga lewat jalur pelatih kepala. Misalnya cari pemain asing yang pernah ikut dengan si pelatih. Dia pasti tahu karakter dan kualitas si pemain,” jelasnya. Strategi ini diharapkan dapat menemukan pemain asing berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Di tengah proses pencarian pemain asing, rumor transfer pemain pun santer beredar di media sosial. Beberapa nama pemain asing dikaitkan dengan Arema FC, seperti Gustavo Tocantins dari PSS Sleman dan Murilo Mendes dari Barito Putera. Inal mengakui bahwa rumor tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen klub.
“Kadang bisa jadi kita tertarik gara-gara gosip transfer pemain yang beredar. Dari yang awalnya tidak tahu, kami jadi melihat kemungkinannya,” ungkap Inal. Meski demikian, ia meminta semua pihak untuk bersabar menunggu pengumuman resmi dari klub terkait pemain baru yang akan direkrut.
Inal menegaskan bahwa Arema FC akan mengumumkan pemain baru melalui akun media sosial resmi klub. “Dalam beberapa bulan terakhir, bahkan sebelum kompetisi berakhir, kami sudah bergerak ke mana-mana. Banyak agen pemain juga yang sudah menawarkan. Tapi, yang pasti direkrut nanti akan kami umumkan segera,” pungkasnya. Penggemar Arema FC pun diminta untuk tetap mendukung tim dan bersabar menanti kejutan dari manajemen.







