Bocor! Inilah Line-Up Maut Arema FC di Piala Presiden, Siap Gempur Stadion Kanjuruhan?

MALANG – Kabar terbaru dari Singo Edan! Arema FC terus mempersiapkan diri jelang Piala Presiden 2025, namun teka-teki siapa yang akan menjadi juru taktik baru masih menjadi misteri. Hingga latihan rutin Jumat (20/6/2025) pagi di lapangan Universitas Brawijaya, sosok pelatih pengganti Jose Manuel Gomes da Silva alias Ze Gomes belum juga menampakkan diri. Padahal, turnamen pramusim bergengsi ini sudah di depan mata dan Arema FC tergabung di grup neraka.

Turnamen Piala Presiden 2025 dipastikan akan berlangsung sengit dengan total hadiah mencapai Rp11,5 miliar. Arema FC tergabung di Grup A bersama Liga Indonesia All Stars dan Oxford United. Sementara itu, Grup B diisi oleh tim-tim kuat seperti Persib Bandung, Dewa United, dan Port FC. Jadwal padat dan lawan tangguh menanti Singo Edan di ajang pramusim ini.

Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, memberikan sedikit bocoran mengenai perkembangan pencarian pelatih kepala. Ia mengisyaratkan bahwa manajemen klub sedang berupaya keras mendatangkan pelatih baru sebelum Piala Presiden dimulai. “Ditanyakan saja ke manajemen. Informasi yang kami dapatkan, pelatih kepala sudah ada sebelum Piala Presiden dimulai,” ungkap Kuncoro, menimbulkan rasa penasaran di kalangan Aremania.

Di tengah penantian akan sosok pelatih baru, situs transfermarkt justru sudah merilis nama-nama pemain yang diprediksi akan memperkuat Arema FC di Piala Presiden 2025. Hal ini tentu menjadi perhatian para penggemar, mengingat manajemen klub telah melakukan restrukturisasi tim pasca-berakhirnya Liga 1 2024-2025. Beberapa pemain dilepas, sementara wajah-wajah baru didatangkan untuk memperkuat skuad.

Beberapa pemain yang kontraknya tidak diperpanjang atau memilih hengkang antara lain Dicky Agung, Syaeful Anwar, Daffa Fahish, dan Flabio Soares. Dari barisan pemain asing, Wiliam Marcilio (Brasil), Choi Bo-kyung (Korea Selatan), dan Charles Lokoli Ngoy (Australia) juga memutuskan untuk tidak melanjutkan kerjasama dengan Arema FC. Hal ini membuka ruang bagi pemain baru untuk unjuk gigi.

Kabar baiknya, Arema FC telah mendatangkan dua pemain lokal baru, yakni kiper Adi Satryo dari PSIS Semarang dan Dwiki Mardiyanto dari Deltras Sidoarjo. Selain itu, dua pemain lokal yang sebelumnya dipinjamkan ke PSS Sleman, Jayus Hariono dan Ahmad Figo, juga kembali memperkuat tim. Kedatangan pemain-pemain baru ini diharapkan dapat memberikan warna baru bagi permainan Arema FC.

Optimisme tetap membara di kubu Arema FC, apalagi dengan status sebagai juara bertahan Piala Presiden. Dengan skuad yang terus diperkuat dan persiapan yang matang, Singo Edan bertekad memberikan penampilan terbaik di hadapan para Aremania. Dukungan penuh dari suporter setia diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk meraih hasil maksimal.

Terdapat perubahan lokasi pertandingan Piala Presiden 2025. Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi venue pertandingan. Pembukaan akan dihelat di SUGBK.

Piala Presiden telah menjadi bagian penting dari sepak bola Indonesia, dengan Arema FC sebagai klub yang paling sering meraih gelar juara, yakni empat kali. Tahun ini, hadiah untuk sang juara adalah Rp5,5 miliar, runner-up Rp3 miliar, peringkat ketiga Rp2 miliar, dan peringkat keempat Rp1 miliar.

Jadwal pertandingan telah dirilis, diawali dengan duel Persib Bandung melawan Port FC pada 6 Juli 2025 di Stadion Si Jalak Harupat. Setelah itu, opening ceremony akan menampilkan Oxford United melawan tim Liga Indonesia All Star di SUGBK. Arema FC akan menghadapi Liga Indonesia All Star pada 8 Juli 2025 di Stadion Si Jalak Harupat.

Berikut adalah susunan sementara skuad Arema FC:Penjaga Gawang: Lucas Frigeri, Andrian Casvari, Adi Satryo.Barisan Pertahanan: Thales Lira, Bayu Aji, Brandon Scheunemann, Anwar Rifai, Iksan Lestaluhu, Johan Alfarizi, Achmad Maulana, Rifad Marasabessy, Bayu Setiawan.Lini Tengah: Pablo Oliveira, Shulton Fajar, Aswin, Arkhan Fikri, Julian Guevara, Samuel Balinsa, Muhammad Rafli.Lini Depan: Salim Akbar Tuharea, Tito Hamzah, Dendi Santoso, Dalberto Luan Belo, Dedik Setiawan, Dwiki Mardiyanto.