MALANG – Mimpi tim beregu putra bulutangkis Kota Malang untuk melaju ke babak semifinal Porprov IX Jatim 2025 harus pupus di tangan tim kuat Surabaya. Pertandingan perempat final yang digelar di GOR Uraha, Pakis, Kabupaten Malang, pada Senin (24/6/2024) menjadi saksi bisu kekalahan Kota Malang dengan skor telak 3-0. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi tim Kota Malang yang telah berjuang keras untuk mencapai babak ini.
Surabaya, yang tampil dengan kekuatan penuh termasuk diperkuat pemain internasional berperingkat 214 BWF, langsung menunjukkan dominasinya sejak awal pertandingan. Jelang Fajar membuka keunggulan Surabaya menjadi 1-0 setelah mengalahkan AF Sutawijaya dengan skor 21-10, 21-13 dalam waktu 30 menit. Kemenangan ini memberikan semangat bagi tim Surabaya untuk terus menekan Kota Malang.
Di partai kedua, ganda putra Surabaya, M Rakha Izas-Bagaskoro Arya, semakin memperlebar jarak keunggulan. Mereka berhasil menaklukkan pasangan Kota Malang, Adib Dzaki-Azis Gelorawan dengan skor 21-15, 21-12 dalam waktu yang relatif singkat, 23 menit. Dengan keunggulan 2-0, Surabaya semakin berada di atas angin dan menekan mental para pemain Kota Malang.
Tunggal ketiga Kota Malang, Yossa Ananda, berusaha keras untuk memberikan perlawanan. Namun, ia harus mengakui keunggulan SA Pambudi dari Surabaya dengan skor 16-21, 11-21 dalam durasi 40 menit. Kekalahan Yossa memastikan kemenangan Surabaya dengan skor akhir 3-0 dan mengubur harapan Kota Malang untuk melaju ke semifinal.
Kehadiran mantan pemain Indonesia sekaligus Binpres di Koni Jatim dan Koni Surabaya, Sony Dwi Kuncoro, di tribun memberikan dukungan moral bagi tim Surabaya. Sony Dwi Kuncoro terlihat berbincang dengan Sigit Permadi, pengurus PBSI Kota Malang, mengenai jalannya pertandingan.
“Atlet Kota Malang sebenarnya lumayan bagus,” ujar Sony Dwi Kuncoro. “Sayangnya, di perempat final ketemu dulu dengan Surabaya. Andai ketemu selain Surabaya, maka Kota Malang akan bisa lolos ke semifinal,” tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan apresiasi terhadap potensi atlet Kota Malang, namun mengakui kekuatan tim Surabaya yang memang sulit ditandingi.







