Mahasiswa FEB UB, Rifqi Fauzi Sabet Emas Taekwondo di Porprov Jatim: Kisah Inspiratif dari Malang

MALANG – Kabar membanggakan datang dari Universitas Brawijaya (UB)! Muhfasha, mahasiswa berprestasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), berhasil menyabet medali emas dalam cabang olahraga Taekwondo di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) IX 2025. Kemenangan ini menjadi bukti dedikasi dan kerja kerasnya dalam berlatih serta mengharumkan nama Kota Malang dan almamaternya. Perjuangannya meraih medali emas ini tidaklah mudah, penuh dengan tantangan dan pengorbanan.

Muhfasha mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas pencapaian gemilang ini. Ia merasa seluruh proses yang telah dilaluinya, mulai dari latihan intensif hingga pertandingan yang menegangkan, berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun matang. Baginya, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras dan disiplin yang ia terapkan selama ini. Persiapan matang menjadi kunci utama keberhasilannya di ajang bergengsi ini.

Perjalanan menuju Porprov Jatim IX 2025 tidaklah mulus bagi Muhfasha. Ia harus melewati serangkaian seleksi ketat di tingkat daerah, bersaing dengan atlet-atlet Taekwondo berbakat lainnya. Intensitas latihan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri, dengan jadwal latihan dua sesi setiap hari, pagi dan sore. Hal ini tentu membutuhkan komitmen dan stamina yang prima untuk menyeimbangkan antara latihan dan perkuliahan.

Meskipun berat, Muhfasha tidak menyerah. Ia bahkan didapuk sebagai kapten tim, yang menambah tanggung jawabnya. Namun, ia juga sempat mengalami cedera dislokasi bahu dan hamstring selama masa persiapan. Ia mengatasi cedera tersebut dengan menjaga pola makan, berolahraga teratur, dan menjalani fisioterapi. Kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik menjadi kunci pemulihan yang cepat.

Dalam kejuaraan tersebut, Muhfasha harus melewati tiga babak yang menguras tenaga dan mental. Ia berhasil mengalahkan atlet-atlet tangguh dari berbagai daerah di Jawa Timur. Momen paling menegangkan terjadi saat semifinal melawan atlet asal Surabaya. Sempat tertinggal jauh, Muhfasha mampu bangkit dan menyamakan kedudukan, hingga akhirnya memenangkan pertandingan lewat keunggulan poin.

“Tentunya senang dengan semua proses yang sudah dilewati dan segala bentuk latihan yang sudah dijalankan selama ini. Akhirnya bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Muhfasha, mengungkapkan kebahagiaannya.

Ia menjelaskan bahwa strategi utamanya adalah tetap tenang, fokus pada instruksi pelatih, dan selalu berdoa serta meminta restu orang tua. Ketenangan dan fokus menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan di atas matras. Dukungan dari keluarga dan tim pelatih juga menjadi penyemangat dalam setiap pertandingan.

“Saya bangga karena ini menjadi pembuktian bagi diri saya sendiri, dan saya juga bisa mengharumkan nama Kota Malang dengan menyumbangkan medali emas. Proses untuk mendapatkannya tentu tidak mudah,” ungkap Muhfasha dengan penuh semangat.

Ke depannya, Muhfasha memiliki target yang lebih tinggi, yaitu kembali bergabung dengan tim Puslatda Jawa Timur dan berlaga di tingkat nasional bahkan internasional. Ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Semangat juang dan dedikasinya patut menjadi contoh bagi generasi muda.

“Pesan saya kepada teman-teman mahasiswa yang sedang berjuang, jangan pernah meragukan potensi diri sendiri. Memang prosesnya tidak mudah, tetapi jika kita konsisten, disiplin, dan bersemangat untuk terus belajar, hasilnya tidak akan mengkhianati usaha yang telah kita lakukan,” pesan Muhfasha kepada mahasiswa lainnya.