Jadi Pelatih Arema FC, Marcos Flores Janji Singo Edan Bangkit di Liga 1!

MALANG – Arema FC resmi menunjuk Marcos Vinicius dos Santos Goncalves sebagai pelatih kepala baru, menggantikan Jose Manuel Gomes da Silva yang kontraknya tak diperpanjang. Pria asal Brasil berusia 46 tahun ini, resmi menjadi “pawang singo” mulai 26 Juni 2025 dan langsung menebar optimisme tinggi untuk membawa Arema FC meraih kejayaan. Lisensi Conmebol Pro yang dimilikinya menjadi salah satu modal penting dalam mengarungi kerasnya persaingan di sepak bola Indonesia.

Marcos Santos tak ragu untuk menyampaikan targetnya saat pertama kali bertemu dengan para pemain Arema FC di Stadion Kanjuruhan. Dengan nada penuh keyakinan, ia berjanji akan membawa tim berjuluk Singo Edan ini meraih gelar juara. “Saya senang ada di sini dan saya akan membawa Arema FC menjadi juara,” ujarnya dengan semangat.

Pelatih yang telah malang melintang di 14 klub Brasil ini langsung tancap gas mempersiapkan tim untuk turnamen pramusim Piala Presiden 2025. Arema FC akan menjadi salah satu dari enam tim yang bertanding memperebutkan total hadiah Rp11 miliar. Laga perdana akan digelar pada 8 Juli mendatang melawan Liga Indonesia All Stars di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Marcos Santos mengaku sangat antusias dengan tantangan yang ada di depan mata. Ia melihat Arema FC sebagai tim besar dengan basis suporter yang sangat fanatik. “Arema FC adalah tim besar. Semoga musim ini Arema FC bisa berada di atas,” ungkapnya kepada awak media.

Dalam menjalankan tugasnya, Marcos Santos tidak datang sendirian. Ia membawa serta asisten pelatih Andre Caldas untuk membantunya. Keduanya akan berkolaborasi dengan Kuncoro, Siswantoro, dan jajaran asisten pelatih Arema FC lainnya untuk mempersiapkan Johan Ahmat Alfarizie dan rekan-rekannya menghadapi Liga 1 musim 2025/2026.

Keputusan Marcos Santos memilih Arema FC bukan tanpa alasan. Selain reputasi klub yang besar, ia juga tertarik dengan fanatisme Aremania. “Saya lihat Arema FC punya suporter yang besar. Jadi saya harap bisa banyak membantu tim ini,” tambahnya.

Marcos Santos mengaku tak gentar dengan tekanan dari Aremania yang dikenal sangat kritis terhadap pelatih. Baginya, dukungan besar dari suporter justru menjadi kekuatan untuk mengangkat performa tim. “Dukungan besar dari Aremania, harus menjadi kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk mengangkat performa tim. Jadi saya tidak gentar dengan tekanan suporter,” tegasnya.

Sebelum menerima tawaran dari Arema FC, Marcos Santos mengaku telah mempelajari dan mencari informasi tentang klub tersebut. Ia juga melihat bagaimana tradisi bermain bola di Indonesia. “Tawaran dari Arema FC sangat menarik. Karena itu saya memilih ke Malang. Meski ada beberapa klub di negara lain, yang juga memberikan tawaran untuk melatih,” ungkapnya. “Tapi kalau klub dari Indonesia, hanya Arema FC yang memberikan penawaran kepada saya,” tegasnya lagi.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa proses pergantian pelatih telah melalui evaluasi menyeluruh. Evaluasi ini melibatkan direksi dan tim pelatih sejak Mei 2025, setelah Liga 1 musim 2024/2025 berakhir. “Jadi kita sudah punya rapor semua pemain, pelatih dan para asistennya. Termasuk tentunya rapor Ze Gomes, pelatih Arema FC. Karena rapor itu menjadi bahan evaluasi kita, untuk menyusun tim di musim depan,” ujar Inal.

Inal menambahkan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa Ze Gomes tidak mendapatkan perpanjangan kontrak. Manajemen kemudian bergerak cepat mencari penggantinya. Marcos Santos dipilih karena rekam jejaknya yang mentereng di berbagai klub, termasuk menjadi pelatih Timnas U-17 Brasil.

Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah banyaknya pemain asing asal Brasil di Arema FC. “Karena banyak pemain Brasil yang kita perpanjang kontraknya, kenapa tidak sekalian saja kita ambil pelatih dari Brasil. Dengan memiliki kewarganegaraan yang sama, sudah pasti untuk membangun chemistry akan semakin mudah,” jelasnya.

Manajemen Arema FC semakin yakin dengan pilihan mereka setelah melihat video-video Marcos Santos saat melatih klub sebelumnya. Gaya melatihnya dinilai cocok dengan karakter dan cara bermain Arema FC. “Sebenarnya ada beberapa pilihan (pelatih). Sekitar dua atau tiga nama. Tapi sepertinya Marcos ini yang oke. Terus dia juga kenal dengan beberapa pemain kita. Seperti Dalberto (Luan Belo), yang pernah satu klub dengannya,” tegas Inal.