MALANG – Kabar gembira datang dari arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025! Cabang olahraga pencak silat telah memasuki babak krusial, yaitu perempat final, baik untuk nomor seni maupun tanding. Meskipun beberapa pesilat Kota Malang harus mengakui keunggulan lawan, semangat juang tetap membara karena masih ada harapan untuk meraih medali emas.
Dua pesilat tangguh dari nomor tanding dan dua tim dari nomor seni Kota Malang berhasil melaju ke babak semifinal. Ini menjadi bukti bahwa Kota Malang memiliki bibit-bibit unggul di cabang olahraga pencak silat yang siap bersaing di tingkat provinsi. Masyarakat Kota Malang pun menaruh harapan besar agar para atlet ini dapat memberikan yang terbaik.
Di nomor tanding, Muhammad Fatah As-Syidik, pesilat Kota Malang yang bertarung di kelas H putra, menunjukkan performa gemilang dengan mengalahkan Sastro Saputro dari Lamongan. Kemenangan ini menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh di babak selanjutnya. Fatah pun berjanji akan terus berjuang demi mengharumkan nama Kota Malang.
Sementara itu, di kelas B tanding, Chandra Firman Maulana, pesilat kebanggaan Kota Malang, berhasil mengungguli Izzah Irsyad Abrori dari Kabupaten Blitar dengan kemenangan telak. Chandra tampil sangat percaya diri dan mampu mendominasi pertandingan sejak awal. Strategi yang matang menjadi kunci keberhasilannya meraih kemenangan.
Namun, perjuangan pesilat Kota Malang tidak selalu berjalan mulus. Di babak perempat final, beberapa pesilat harus mengakui keunggulan lawan. Armata Azzam di kelas C putra, Ghefira Dinda di kelas B putri, Anjani di kelas E putri, Aranta Bagas di kelas E putra, dan Dafa Rizky harus mengubur impian mereka untuk melaju ke babak selanjutnya.
Selain itu, di nomor seni tunggal putri, Almayra juga harus mengakui keunggulan wakil Surabaya dengan selisih skor yang tipis. Begitu pula dengan tim beregu putra Kota Malang yang harus mengakui keunggulan tim dari Surabaya. Meski demikian, mereka telah memberikan yang terbaik dan patut diapresiasi atas perjuangan mereka.
Parso A, Ketua IPSI Kota Malang, mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan para atlet pencak silat Kota Malang. “Selain tanding di dua nomor, Kota Malang juga menempatkan ganda putra pasangan Rahman dan Rahmadani serta ganda putri pasangan Icha dan Mutia,” ujarnya. Ia optimis bahwa para atlet ini akan mampu memberikan yang terbaik di babak selanjutnya.
Lebih lanjut, Parso menambahkan, “Di eksebisi, dua pesilat Kota Malang yang turun di nomor solo kreatif lolos ke final untuk putra dan semifinal untuk putri.” Ini menunjukkan bahwa Kota Malang memiliki potensi besar di berbagai nomor pencak silat. Semoga para atlet Kota Malang dapat terus berjuang dan meraih prestasi terbaik di Porprov IX Jatim 2025.







