Chandra Firman Bawa Emas untuk Malang: Kisah Sang Pesilat yang Menginspirasi

MALANG – Kota Malang harus berbangga, pasalnya dalam perhelatan Pencaksilat Porprov IX Jatim 2025, atletnya berhasil menyabet satu medali emas. Meskipun sempat menempatkan tiga pesilat di babak final, Kota Malang harus puas dengan raihan tersebut. Medali emas diraih dari nomor tanding kelas B putra, sementara nomor tanding kelas H putra dan seni ganda putri harus mengakui keunggulan lawan dengan meraih medali perak.

Chandra Firman Maulana menjadi pahlawan Kota Malang dengan meraih medali emas di nomor tanding kelas B putra. Pertarungan sengit terjadi di final, namun Chandra berhasil mengalahkan pesilat Sumenep, Arya Putra Fernada, dengan skor dramatis 26-22. Kemenangan ini disambut meriah oleh para pendukung Kota Malang yang hadir di GOR UIN Maliki Malang.

Sayangnya, keberhasilan Chandra tidak diikuti oleh pesilat Kota Malang lainnya di nomor final. M Fatah As-Syidiq harus mengakui keunggulan pesilat Surabaya, Ikbal Nasrulloh, di nomor tanding kelas H putra. Begitu pula dengan pasangan ganda putri Icha Firnanda-Mutia Aisa Maulidia yang harus puas dengan medali perak setelah dikalahkan pasangan dari Pamekasan, Imroatul Wafiah-Imroatur Rofidah.

Selain medali emas dan perak, Kota Malang juga meraih medali emas dari nomor solo kreatif melalui pesilat Nur Haikal Sayidina Ali. Namun, nomor ini masih berstatus eksebisi, sehingga belum masuk dalam perhitungan klasemen medali Porprov IX. Dengan berakhirnya seluruh pertandingan Pencaksilat, Kota Malang berhasil mengumpulkan total 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Surabaya berhasil keluar sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) Pencaksilat dengan perolehan 5 emas dan 3 perunggu. Kabupaten Malang menempel ketat di posisi kedua dengan 3 emas dan 3 perak, sementara Bangkalan berada di peringkat ketiga dengan 2 emas dan 1 perak. Persaingan ketat antar daerah menunjukkan kualitas atlet pencak silat di Jawa Timur semakin merata.

Ketua Umum IPSI Jatim, Bambang Haryo Sukartono, memberikan apresiasi atas kelancaran dan kualitas pertandingan Pencaksilat Porprov IX Jatim.

“Ini bagus, bahkan luar biasa. Sepanjang pertandingan tidak sampai ada protes,” ungkap Bambang Haryo saat menghadiri upacara penghormatan pemenang (UPP) dan penutupan Cabor Pencaksilat Porprov IX Jatim.

Bambang Haryo juga menyoroti pemerataan kekuatan pencak silat di Jawa Timur, dimana 36 kota dan kabupaten turut berpartisipasi dalam Porprov IX Jatim.

Lebih lanjut, Bambang Haryo menjelaskan bahwa para peraih medali di Porprov IX Jatim akan dipanggil untuk mengikuti seleksi guna menghadapi PON Beladiri di Kudus pada bulan Oktober 2025. Mereka akan dipersiapkan sebagai tim Jawa Timur untuk PON Beladiri dan PON 2028 mendatang.