MALANG – Kota Malang sukses mencatatkan sejarah gemilang dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Meski Surabaya masih mendominasi sebagai juara umum, Kota Malang berhasil mengamankan posisi runner-up dengan perolehan medali yang fantastis, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Pencapaian ini menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi para atlet serta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Malang.
Prestasi Kota Malang di Porprov IX Jatim kali ini sungguh luar biasa, melampaui rekor-rekor sebelumnya dalam sembilan edisi penyelenggaraan. Kontingen Kota Malang berhasil mengumpulkan 136 medali emas, 127 medali perak, dan 117 medali perunggu. Total perolehan poin mencapai 915, jauh melampaui target awal yang dipatok sebesar 648 poin (berdasarkan perhitungan 162 emas x 4).
Sementara itu, Surabaya masih tak tergoyahkan di puncak klasemen dengan perolehan 195 emas, 127 perak, dan 137 perunggu (total 1.168 poin). Di bawah Kota Malang, Sidoarjo menempati posisi ketiga dengan 87 emas, 87 perak, dan 116 perunggu, disusul Kabupaten Malang di posisi keempat. Kota Batu sendiri harus puas di posisi ke-7 dengan 32 emas, 38 perak, dan 39 perunggu.
Perjuangan para atlet Kota Malang untuk meraih medali di setiap cabang olahraga patut diacungi jempol. Mereka tak kenal lelah berjuang hingga hari terakhir Porprov IX, Sabtu (5/7/2025), untuk mengharumkan nama Kota Malang. Semangat juang dan mental pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan mereka meraih prestasi membanggakan ini.
Beberapa cabang olahraga bahkan berhasil menyabet gelar juara umum, seperti Biliar, Balap Sepeda, dan Tarung Drajad. Biliar menjadi penyumbang medali terbanyak dengan 9 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Balap Sepeda juga tampil impresif dengan 7 emas, 5 perak, dan 5 perunggu, bahkan mengungguli Surabaya. Sementara Tarung Drajad berhasil meraih 5 emas, 6 perak, dan 1 perunggu.
Walikota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Walikota Ali Muthohirin dan Kepala Disporapar, Baihaqi, tak henti-hentinya menyuarakan target 4 sukses dalam Porprov IX ini: sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses peningkatan perekonomian, dan sukses administrasi pertanggungjawaban. Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk memberikan yang terbaik.
“Target kita kan runner-up, target medali untuk mengamankan posisi runner-up sesungguhnya 130 emas, 120 perak dan 110 perunggu. Itu sudah aman dalam perhitungan KONI Kota Malang,” ungkap Ketua Umum KONI Kota Malang, R Djoni Sujatmoko.
Djoni menambahkan, target perolehan emas 162 hanya untuk memacu semangat para atlet agar semakin termotivasi. “Alhamdulillah target runner-up terlampaui dan jauh meninggalkan posisi yg ketiga serta lebih mendekati posisi Surabaya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Djoni menjelaskan bahwa dari sisi pertumbuhan perolehan medali, Kota Malang mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan angka di atas 90 persen. Sementara Surabaya hanya tumbuh 20 persen.
“Kita patut berbangga. Untuk itu, melihat angka-angka di atas kita berkeyakinan di Porprov ke 10 tahun 2027, jadinya sangat mungkin kita bisa meraih juara umum, asal kita mempertahankan pola pembinaan yang sudah ada dan terbangun saat ini. Bismillah.. Overall ‘good job Tim & thanks for everything’,” pungkas Djoni.







