Zona Malang – Laga pekan kedua BRI Super League 2025/2026 antara tuan rumah PSIM Yogyakarta dan Arema FC berakhir dengan skor sama kuat 1-1 dalam sebuah pertandingan yang penuh drama. Digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (16/8) sore kemarin, kemenangan Arema FC yang sudah di depan mata harus buyar oleh gol bunuh diri di menit-menit akhir, setelah mereka bermain dengan sepuluh orang di sebagian besar babak kedua.
Seperti dilansir dari https://www.strategibola.com, Tim tamu, Arema FC, sebenarnya sempat berada di atas angin setelah berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-41 melalui eksekusi penalti yang dingin dari striker mereka, Dalberto. Namun, petaka kartu merah di awal babak kedua dan gol bunuh diri dari Betinho pada menit ke-87 memaksa kedua tim harus puas berbagi satu poin.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Sejak peluit dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka. Arema FC mengancam lebih dulu pada menit ke-6 dan ke-7 melalui Achmad dan Dalberto, namun kedua peluang tersebut masih mampu dimentahkan oleh kiper PSIM, Cahya Supriadi. Tuan rumah tidak tinggal diam; Rakhmatzoda dan Valente bergantian menguji ketangguhan kiper Arema, Adi Satryo.
Memasuki pertengahan babak, PSIM semakin gencar melancarkan serangan. Sebuah tendangan jarak jauh dari Ezequiel Vidal pada menit ke-23 memaksa kiper Adi melakukan penyelamatan gemilang dengan meninju bola ke atas mistar gawang. Namun, di tengah tekanan tuan rumah, Arema FC justru berhasil mencuri momentum.
Petaka bagi PSIM datang pada menit ke-37. Dalam sebuah skema sepak pojok, kapten mereka, Reva Adi Utama, dinilai melanggar Gustavo di dalam kotak terlarang. Wasit pun tanpa ragu menunjuk titik putih.
Dalberto Luan Belo yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Pada menit ke-40, tendangannya yang mengarah ke sisi kanan gawang sukses mengecoh kiper Cahya Supriadi, membawa Arema FC unggul 1-0 hingga turun minum.
Jalannya Pertandingan Babak Kedua
Babak kedua baru berjalan enam menit ketika insiden yang mengubah total jalannya pertandingan terjadi. Bek tengah Arema FC, Yann Motta, melakukan pelanggaran keras terhadap penyerang PSIM, Nermin Haljeta, di dekat kotak penalti.
Setelah awalnya hanya memberikan kartu kuning, wasit meninjau ulang insiden tersebut melalui VAR dan mengubah keputusannya menjadi kartu merah langsung. Arema pun terpaksa bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-51.
Unggul jumlah pemain, Laskar Mataram langsung mengambil alih kendali permainan dan mengurung pertahanan Arema FC. Pelatih Jean-Paul van Gastel melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor, memasukkan nama-nama seperti Sheva Marisca dan Rafinha Rodrigues.
Meski terus menekan, pertahanan rapat Arema FC sulit ditembus. Gol yang ditunggu-tunggu oleh publik tuan rumah akhirnya tiba secara dramatis pada menit ke-87. Sebuah sepakan dari Ezequiel Vidal salah diantisipasi oleh gelandang Arema, Betinho, yang justru membuat bola berbelok arah dan masuk ke gawangnya sendiri. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Reaksi Setelah Laga
Seusai pertandingan, Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, tidak dapat menyembunyikan kekecewaan beratnya. Ia merasa timnya kehilangan dua poin berharga. “Di akhir laga kita hanya bisa mencetak satu gol dan imbang. Menurut saya ini cukup mengecewakan, tapi saya tidak bisa menyalahkan pemain saya,” ujarnya. Ia juga mengkritik taktik Arema FC yang dinilainya kerap mengulur waktu setelah bermain dengan sepuluh orang.
Dari sisi pemain, bek muda PSIM, Raka Cahyana, memiliki pandangan yang lebih positif. “Syukur Alhamdulillah kita masih bisa mendapatkan poin. Ini juga berkat kerja keras semua elemen tim. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” beber Raka. Dengan hasil ini, kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dari dua laga awal musim.







