Zonamalang.com – Massa suporter Arema FC yang tergabung dalam Aremania Bergerak menggelar aksi di Polres Malang, Kamis (16/4/2025). Mereka mendesak agar pertandingan Derby Jawa Timur antara Arema FC versus Persebaya Surabaya yang diagendakan pada 28 April 2025 tetap digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Juru Bicara Aremania Bergerak, Dedi Arisandi, menegaskan komitmen kelompoknya untuk menjaga kondusifitas pertandingan. “Tuntutan hari ini poinnya itu, kami inginnya di tanggal 28 (April 2025) pertandingan Arema versus Persebaya tetap harus dilaksanakan di Kanjuruhan,” tegas Dedi saat dikutip dari JatimTIMES.
Aksi tersebut dipicu oleh hasil rapat koordinasi (rakor) di Polres Malang pada Rabu (15/4/2025). Rakor yang dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Malang itu membahas kesiapan penyelenggaraan laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. Hasilnya, pertandingan dinilai belum siap digelar dengan berbagai pertimbangan, dan pihak kepolisian belum memberikan rekomendasi apapun.
Dedi menyayangkan keputusan tersebut karena elemen suporter tidak dilibatkan dalam proses mitigasi. “Kalau Polres ingin melakukan mitigasi, tolong kami juga dilibatkan, supaya kami tahu. Jangan sampai nanti sudah keluar statement, ternyata yang dimintai mitigasi gak peduli tentang suporter, gak terjun di dunia suporter,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa selama beberapa tahun terakhir, Aremania Bergerak telah belajar dan terus melakukan introspeksi pasca Tragedi Kanjuruhan yang merenggut sekitar 135 korban jiwa pada 1 Oktober 2022. Menurut Dedi, suporter Arema FC merupakan stakeholder utama yang seharusnya dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait pertandingan ini.
Aremania Bergerak menilai penyelenggaraan laga di Stadion Kanjuruhan penting sebagai bentuk trauma healing bagi korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
“Kalau ngomong trauma healing, inilah trauma healing yang paling bagus. Banyak dari teman-teman ini yang merupakan korban hidup. Kalau ini ditunda-ditunda, akan menjadi trauma baru, trauma yang berkepanjangan,” jelas Dedi.
Dedi mengaku menghormati aspirasi keluarga korban yang menolak pertandingan digelar di Kanjuruhan. Namun, ia menyebut tidak semua keluarga korban berkehendak sama, dan banyak yang mendukung penyelenggaraan laga tersebut di stadion yang sama.
Aremania Bergerak berkomitmen menjaga kondusifitas secara teknis dengan melakukan penguatan solidaritas pengamanan secara swakarsa. Mereka siap membantu kepolisian dalam deteksi dini agar pertandingan berjalan aman dan tertib.
“Kami mau berupaya, mau berusaha. Tolong jangan direcoki, jangan di-judge bahwa kita ini masih belum berubah atau belum siap, kita ini siap,” pungkas Dedi. Ia menegaskan bahwa Aremania Bergerak sebagai suporter tuan rumah akan terus berbenah menjadi pendukung sepakbola yang bermartabat.







