Gunung Semeru Meletus Dua Kali, Tinggi Kolom Letusan 800 Meter di Atas Puncak

Gunung Semeru, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, mengalami dua kali erupsi pada Rabu (7/2) dengan letusan yang mencapai ketinggian sekitar 800 meter…

Malang, Zona Malang – Gunung Semeru, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, mengalami dua kali erupsi pada Rabu (7/2) dengan letusan yang mencapai ketinggian sekitar 800 meter di atas puncaknya. Informasi ini disampaikan oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Liswanto, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Liswanto, erupsi pertama terjadi pada pukul 05:57 WIB, dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang menuju arah timur laut. Saat laporan tersebut dibuat, erupsi masih berlangsung di kawasan Lumajang.

Sementara itu, erupsi kedua terjadi pada pukul 07:12 WIB dengan ketinggian kolom letusan yang sama, yakni sekitar 800 meter di atas puncak gunung, yang mencapai ketinggian 4.476 meter di atas permukaan laut. Kolom abu vulkanik pada erupsi kedua teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang, mengarah ke utara dan timur laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 144 detik.

Akibat dari erupsi tersebut, status Gunung Semeru dinaikkan menjadi level III atau siaga. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak yang merupakan pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat dihimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak berada dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Potensi bahaya lainnya yang harus diwaspadai adalah awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang bermuara di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Dalam kondisi ini, kewaspadaan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.***