Gunung Semeru Kembali Erupsi 35 Kali, Warga Diminta Waspada!

Gunung Semeru kembali mengalami erupsi sepanjang Minggu dini hari (3/3/2024). Erupsi tersebut tercatat dua kali pada pukul 00.13 WIB dan pukul 05.16 WIB, dengan mengeluarkan…

Zona Malang – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi sepanjang Minggu dini hari (3/3/2024). Erupsi tersebut tercatat dua kali pada pukul 00.13 WIB dan pukul 05.16 WIB, dengan mengeluarkan abu vulkanik.

Meskipun begitu, tinggi kolom abu vulkanik yang mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (Mdpl) tidak terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru karena pemandangan terhalang kabut.

Menurut Ghufron Alwi, petugas Pos PGA Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.13 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 134 detik. Sedangkan erupsi kedua terjadi pada pukul 05.16 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 156 detik.

Selama pantauan dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi total 35 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo berkisar antara 12-22 mm dan durasi 69-170 detik.

Selain gempa letusan, terjadi juga gempa guguran sebanyak 2 kali dengan amplitudo 2-7 mm dan durasi 58-67 detik. Gempa hembusan terjadi sebanyak 7 kali dengan amplitudo 3-8 mm dan durasi 46-58 detik. Selain itu, tercatat juga 3 kali gempa harmonik dengan amplitudo 7-20 mm dan durasi 82-450 detik.

Meskipun aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada di level III atau siaga, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. Mereka diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Ghufron juga meminta agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Gunung Semeru, dengan ketinggian 3.676 Mdpl, merupakan gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, dan merupakan salah satu lokasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).***