Zona Malang – Pada hari Selasa, Gunung Ruang yang terpencil di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, kembali mengalami letusan kedua dalam dua minggu terakhir. Letusan ini memaksa penutupan bandara internasional dan evakuasi ratusan orang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia segera mengeluarkan peringatan tinggi setelah gunung berapi tersebut memuntahkan lava dan abu beberapa kali ke langit malam. Letusan pertama terjadi hanya 12 hari sebelumnya, yang memicu hampir 300 gempa vulkanik selama dua minggu dan mengakibatkan lebih dari 800 penduduk desa terdekat mengungsi.
Letusan terbaru terjadi sekitar pukul 1.15 pagi waktu setempat pada hari Selasa, mengirimkan menara abu setinggi lebih dari 5 km ke langit. Letusan tersebut diikuti oleh dua letusan tambahan.
Pihak berwenang segera membentuk zona eksklusi enam kilometer dan mendorong orang untuk menjauh dari daerah tersebut karena potensi bahaya dari lontaran batu pijar, awan panas, dan tsunami yang dapat terjadi karena material letusan masuk ke laut.
Beberapa penduduk desa yang sebelumnya mengungsi akibat letusan pertama diminta untuk meninggalkan tempat tinggal mereka lagi setelah status tanggap darurat berakhir pada hari Senin. Saat ini, belum jelas berapa banyak orang yang dievakuasi setelah letusan terbaru.
Baca Juga: Banjir Lahar Dingin di Gunung Semeru, 3 Orang Tewas dan Ribuan Terdampak
Otoritas penerbangan Indonesia menutup bandara internasional Sam Ratulangi di ibukota provinsi Manado karena dampak dari abu vulkanik Gunung Ruang. Bandara ini terletak lebih dari 100 meter dari gunung berapi, dan penutupan tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari risiko bagi penerbangan.
Indonesia, yang terletak di “Cincin Api Pasifik”, dikenal memiliki 142 gunung berapi aktif. Negara ini memiliki populasi global terbesar yang tinggal dalam jarak 10 km dari gunung berapi, mencapai sekitar 8,6 juta orang.
Seiring dengan letusan terbaru Gunung Ruang, Indonesia telah mengalami serangkaian letusan gunung berapi dalam beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2023, setidaknya 11 pendaki tewas akibat letusan di lereng Gunung Marapi di Pulau Sumatra. Tahun sebelumnya, letusan Gunung Semeru memicu evakuasi lebih dari 1.000 orang.






