Penerbangan Super Air Jet dengan nomor IU-763 rute Lombok-Soekarno Hatta (CGK) harus melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada Senin (6/1) pukul 15.44 WIB.
Kejadian ini sempat membuat para penumpang panik, meskipun pihak maskapai memastikan keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas insiden ini.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan penerbangan IU-763 rute Lombok-Jakarta. Keselamatan adalah prioritas kami,” ujar Ari dalam pernyataannya.
Sistem Keselamatan Pesawat Aktif
Menurut penjelasan resmi dari pihak maskapai, pendaratan darurat ini dilakukan sebagai langkah preventif setelah sistem pesawat Airbus A320-200 dengan registrasi PK-SJV mendeteksi adanya indikasi teknis yang memerlukan pemeriksaan segera.
Maskapai menjelaskan bahwa sebelum keberangkatan, pesawat telah menjalani inspeksi ketat dan dinyatakan layak terbang.
“Selama penerbangan, masker oksigen sempat turun, yang menunjukkan bahwa sistem keselamatan pesawat berfungsi sebagaimana mestinya untuk melindungi seluruh penumpang dan awak kabin,” jelas Ari.
Pendaratan berlangsung aman, dan pihak Super Air Jet segera berkoordinasi untuk memastikan kenyamanan para penumpang. Pesawat pengganti juga telah disiapkan agar perjalanan menuju Jakarta dapat dilanjutkan tanpa kendala.
Komitmen Maskapai dan Investigasi Lanjutan
Super Air Jet menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab teknis insiden ini. Maskapai berkomitmen untuk mengambil langkah perbaikan sesuai hasil temuan investigasi tersebut.
“Kami tidak ingin berspekulasi hingga hasil investigasi selesai. Namun, kami memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menjaga standar keselamatan penerbangan kami,” tegas Ari.
Pengingat Penting tentang Keselamatan Penerbangan
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam dunia penerbangan. Respons cepat dari awak kabin dan pihak maskapai mendapatkan apresiasi dari beberapa penumpang yang merasa keselamatan mereka menjadi perhatian utama.
Para penumpang yang terdampak diharapkan dapat melanjutkan perjalanan dengan aman setelah insiden ini. Maskapai juga mengupayakan kompensasi atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
Keberhasilan penanganan situasi ini menunjukkan profesionalisme maskapai dalam menghadapi kondisi darurat, meskipun tetap ada harapan agar kejadian serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang.






