Zona Malang – Langit Kota Malang dihiasi fenomena alam langka pada Minggu (4/1) siang. Di wilayah Kecamatan Blimbing, sejumlah warga merekam kemunculan lingkaran cahaya yang mengitari matahari, lalu membagikannya ke media sosial.
Visual unik tersebut langsung menarik perhatian warganet. Bentuknya menyerupai pelangi berbentuk cincin, dikenal sebagai halo matahari. Fenomena ini terjadi saat sinar matahari berinteraksi dengan kristal es di lapisan awan tinggi, menghasilkan pola cahaya melingkar yang memukau.
Menurut Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul Muzayanah, halo matahari terbentuk akibat pembiasan cahaya oleh kristal es di awan jenis sirostratus. “Fenomena ini biasanya terjadi pada ketinggian sekitar 5 hingga 10 kilometer di atmosfer,” jelas Linda, Senin (5/1).
Pembiasan tersebut membuat warna cahaya terurai, menciptakan gradasi khas. Bagian dalam cincin tampak kemerahan, sementara bagian luar terlihat kebiruan. Pola ini umumnya memiliki sudut sekitar 22 derajat dari pusat matahari, tergantung posisi awan dan sudut datang cahaya.
BMKG menyebut halo matahari bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari lingkaran penuh hingga setengah lingkaran. Meski terlihat tidak biasa, fenomena ini murni kejadian alam dan tidak berkaitan dengan tanda cuaca ekstrem atau bencana.
Masyarakat yang menyaksikan fenomena ini diimbau untuk tidak menatap langsung matahari tanpa perlindungan. BMKG menyarankan penggunaan kacamata berfilter UV atau perangkat kamera dengan filter khusus agar mata tetap aman.
“Fenomena halo matahari bukanlah hal berbahaya dan bisa muncul kapan saja ketika kondisi atmosfer mendukung,” tutup Linda.







