Dalam kunjungannya ke Papua Nugini, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menguatkan posisi negaranya dengan menyerukan pengakuan Palestina sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan ini tidak hanya menegaskan dukungan China terhadap perjuangan rakyat Palestina, tetapi juga mengkritik sikap Amerika Serikat yang menentang keanggotaan penuh Palestina.
Wang Yi menegaskan bahwa pengakuan Palestina sebagai anggota penuh PBB merupakan langkah penting untuk mengoreksi ketidakadilan historis yang telah berlangsung lama.
Baginya, hal ini merupakan kewajiban internasional bagi semua negara anggota PBB. Dia juga menyoroti peran Amerika Serikat dalam Dewan Keamanan PBB, khususnya penggunaan hak vetonya untuk menolak keanggotaan penuh Palestina.
Menurut Wang Yi, keanggotaan Palestina di PBB bukanlah hasil dari negosiasi langsung antara Israel dan Palestina. Sebaliknya, itu harus dianggap sebagai prasyarat yang diperlukan untuk memulai negosiasi yang adil dan mencapai solusi dua negara.
Dia menekankan pentingnya Amerika Serikat untuk mendukung solusi dua negara dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mewujudkan keadilan yang telah lama dinantikan.
Dengan langkah ini, China sekali lagi menegaskan peran aktifnya dalam mendukung perjuangan Palestina di tingkat internasional, sambil menyerukan keadilan dan solusi yang berkelanjutan bagi konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Timur Tengah.







