MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kelancaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 yang akan digelar serentak pada 23 April hingga 3 Mei 2025. Tahun ini, UM menyediakan total 64 ruangan ujian yang tersebar di berbagai titik strategis dalam kampus—peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mengalokasikan 50 ruangan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi UM untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran proses seleksi bagi seluruh peserta. Setiap ruangan dilengkapi dengan perangkat komputer siap pakai, dengan konfigurasi sistem yang telah diuji secara nasional. Ruangan-ruangan tersebut tersebar di gedung-gedung utama seperti seluruh fakultas, Gedung Kuliah Bersama (GKB), Perpustakaan Pusat, hingga Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK).
Untuk memudahkan peserta ujian, kampus UM telah dilengkapi dengan denah lokasi yang informatif dan petunjuk arah yang tersebar di berbagai sudut jalan kampus. Semua fasilitas dirancang untuk memenuhi standar nasional yang ditetapkan oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
UM tak hanya mengandalkan kesiapan teknis internal. Dalam mengantisipasi gangguan eksternal, universitas ini menggandeng PLN guna memastikan ketersediaan pasokan listrik selama proses ujian berlangsung. Selain itu, kerja sama dengan pihak KORAMIL juga dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kampus saat pelaksanaan UTBK.
Tak kalah penting, skema cadangan sistem dan data (backup) juga telah dipersiapkan bersama tim pusat SNPMB sebagai upaya mengantisipasi gangguan teknis mendadak. Seluruh sistem telah melewati tahap simulasi secara nasional untuk menghindari kesalahan saat hari-H pelaksanaan.
Kepala Sub Direktorat Seleksi UM, Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A., menegaskan bahwa pihaknya ingin memberikan pengalaman ujian terbaik bagi peserta. “Kami berusaha semaksimal mungkin agar pelaksanaan UTBK berjalan lancar tanpa hambatan. Semua fasilitas telah kami sesuaikan dengan kebutuhan peserta,” ujarnya dalam sesi wawancara dengan Tim Humas UM pada Jumat (18/4).
Lebih jauh, Dr. Rizky menambahkan bahwa seluruh upaya ini juga mencerminkan kontribusi UM terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam hal penyediaan pendidikan yang inklusif dan berkualitas (SDG 4). Penyediaan sarana yang merata ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen UM dalam mendorong akses pendidikan yang setara bagi seluruh kalangan.
Dukungan UM terhadap UTBK SNBT 2025 tidak sekadar bersifat administratif dan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan tinggi untuk terus menjamin kualitas seleksi nasional yang transparan dan adil. Dengan kesiapan ini, UM berharap peserta dapat menjalani ujian dalam kondisi yang optimal, tanpa gangguan berarti, serta membawa pulang pengalaman yang positif menuju jenjang pendidikan tinggi.







