Dokter AY Diperiksa Polisi, Dugaan Pelecehan Terungkap

MALANG – Dokter AY, terduga pelaku pelecehan seksual di Persada Hospital Malang, resmi memenuhi panggilan Polresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pelecehan yang menimpa dua pasiennya.

Pada Selasa (29/4/2025), dokter AY didampingi seseorang yang diduga merupakan kuasa hukumnya, memasuki ruang Satreskrim Polresta Malang Kota sekitar pukul 14.48 WIB. Dokter AY terlihat mengenakan kemeja coklat dan topi saat memasuki kantor polisi.

Kasus ini bermula ketika Polresta Malang Kota menerima laporan dari korban berinisial QAR pada Jumat (18/4/2025). Dalam laporannya, QAR mengaku telah dilecehkan oleh dokter AY saat berobat di Persada Hospital Malang pada September 2022 lalu.

Tidak hanya QAR, satu terduga korban lainnya berinisial A juga telah melaporkan dokter AY dengan tuduhan pelecehan seksual yang terjadi saat ia berobat ke Persada Hospital di tahun 2023 lalu. Hal ini membuat jumlah korban yang telah dilaporkan terus bertambah.

Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, membenarkan bahwa pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap dokter AY. “Iya hari ini,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Pemeriksaan terhadap dokter AY merupakan pemeriksaan pertama yang dilakukan setelah sebelumnya pihak kepolisian telah memeriksa tiga saksi lain, termasuk pegawai Persada Hospital Malang. Ipda Yudi menyatakan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti dan saksi untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, dokter AY yang didampingi seseorang yang diduga merupakan kuasa hukumnya, saat ini tengah berada di ruang Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan. “Nanti tunggu hasilnya,” ujar Ipda Yudi.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dokter AY ini tentu menjadi sorotan publik, terutama bagi pasien-pasien yang pernah ditangani oleh dokter tersebut. Masyarakat berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan, sehingga kebenaran dapat terungkap.

Pihak Persada Hospital Malang sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini. Namun, rumah sakit tersebut diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan dan memberikan jaminan keamanan bagi pasien-pasiennya.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dokter AY ini juga menjadi peringatan bagi seluruh tenaga medis agar senantiasa menjaga profesionalisme dan etika dalam menjalankan tugas. Pasien harus merasa aman dan nyaman saat berobat, bukan justru menjadi korban pelecehan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan secara komprehensif. Mereka berharap agar korban-korban lain yang merasa pernah dilecehkan oleh dokter AY dapat segera melaporkan kepada pihak yang berwenang, sehingga kasus ini dapat diungkap secara menyeluruh.